Kesuksesan Ditentukan Karakter, Wamendagri Bima Arya Dorong Generasi Muda Jadi “Petarung”

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Bogor – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya memperkuat karakter karena karakter merupakan faktor utama yang membedakan kualitas seseorang, termasuk saat menjadi pemimpin. Pesan tersebut disampaikannya saat penutupan Program Magang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh karakter dibandingkan kompetensi. Jika kompetensi mencakup keterampilan dan pengetahuan, karakter berkaitan dengan nilai-nilai yang diyakini dan dijalankan, seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan ketangguhan.

“Karakter itu adalah nilai-nilai yang kalian yakini. Kalian jujur, kalian disiplin, kalian menjadi fighters, kalian menjadi petarung, itu karakter,” katanya di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Jawa Barat.

Bima meyakini, karakter menentukan 80 persen kesuksesan, sementara kompetensi hanya 20 persen. Ia menggambarkan, seseorang dengan kemampuan biasa dapat melampaui mereka yang lebih cerdas apabila memiliki sifat disiplin dan bermental kuat.

“Kalian akan bisa menyalip teman-teman kalian yang jenius, ketika kalian lebih disiplin. Itu baru satu saja disiplin, belum lagi yang lain-lain lho, itu baru satu disiplin. Yang kedua adalah kebiasaan kalian untuk berani menghadapi perbedaan, ujian, cobaan, dan lain-lain,” terangnya.

Ia menambahkan, karakter terbentuk melalui proses dan latihan yang konsisten, termasuk keberanian keluar dari zona nyaman serta kesiapan menghadapi risiko. Menurutnya, orang-orang besar adalah mereka yang berani mengambil pilihan-pilihan berisiko dalam hidup.

“Kita punya banyak pilihan, dan orang-orang besar itu berani mengambil risiko untuk pilihan. Pilihan yang berisiko. Teman-teman kalian yang enggak datang mungkin alasannya sangat penting, mungkin juga enggak. Mungkin juga mereka memilih untuk ada di zona nyaman saja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya momentum dalam kehidupan. Kemampuan membaca dan memanfaatkan momentum sangat ditentukan oleh karakter yang kuat dalam mengambil keputusan.

“Kalian ini masih masa-masa membentuk karakter. Jadi mudah-mudahan magang di Kemendagri ini ikut berkontribusi membentuk karakter dan keberadaan kalian menjadi pemimpin dan orang hebat,” tandasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Tito Teken SEB, Dorong Digitalisasi Layanan Haji Berbasis Data Kependudukan
Pascagempa NTT, TP PKK dan TP Posyandu Hadir Perkuat Pemulihan Warga
Tak Sekadar Layanan Kesehatan, Posyandu Manggarai Timur Dorong Pemenuhan 6 SPM
Cegah Regulasi Tumpang Tindih, Kemendagri Jamin Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha
Mendagri Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Dukungan bagi Penyelenggaraan Haji dan Umrah
TP PKK dan Posyandu Pusat Peduli Korban Gempa di NTT, Bantuan Disalurkan ke Manggarai
Dari Pusat ke Ruteng: TP PKK Hadir Menyapa dan Menyalurkan Bantuan bagi Korban Bencana
TP Posyandu Pusat dan TP PKK Perkuat Peran Posyandu Beawaek NTT dalam Pelaksanaan 6 SPM

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Mendagri Tito Teken SEB, Dorong Digitalisasi Layanan Haji Berbasis Data Kependudukan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Pascagempa NTT, TP PKK dan TP Posyandu Hadir Perkuat Pemulihan Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Tak Sekadar Layanan Kesehatan, Posyandu Manggarai Timur Dorong Pemenuhan 6 SPM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Cegah Regulasi Tumpang Tindih, Kemendagri Jamin Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Mendagri Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Dukungan bagi Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Berita Terbaru

Yogyakarta

FKPPAI DIY Angkat Warisan Leluhur dan Budaya Nusantara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:19 WIB