Komisi II DPRD Kota Bekasi Minta Edukasi Bahaya Cuaca Ekstrem dan Kemarau kepada Masyarakat

JABAROKENEWS.COM – Kota Bekasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi memberikan peringatan serius kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak buruk dari cuaca ekstrem yang belakangan ini sering terjadi. Dalam konteks ini, musim kemarau yang diprediksi akan tiba pada bulan Juli 2024 menjadi sorotan utama yang memerlukan perhatian khusus.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Alimudin, menekankan pentingnya antisipasi dan edukasi kepada masyarakat terkait risiko yang timbul akibat cuaca ekstrem. Salah satu ancaman utama yang diidentifikasi adalah risiko kebakaran, yang dapat dipicu oleh tindakan tidak bertanggung jawab seperti membakar sampah sembarangan.

“Masyarakat harus diedukasi tentang bahaya cuaca ekstrem. Misalnya, edukasi tentang bahaya membakar sampah yang dapat menyebabkan kebakaran,” ujar Alimudin pada Kamis (6/6/2024).

Alimudin menggarisbawahi perlunya kampanye penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya tersebut. Selain kebakaran, ia juga menyoroti kemungkinan terjadinya kekeringan dan krisis air bersih sebagai dampak buruk lainnya dari cuaca ekstrem dan musim kemarau yang panjang.

Dalam rangka mengatasi masalah ini, Pemkot Bekasi diminta untuk mengeluarkan himbauan kepada warga agar lebih hemat dalam menggunakan air tanah. Langkah penghematan ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan, terutama bagi daerah-daerah yang rentan mengalami kekurangan air.

Alimudin juga menyarankan agar Pemkot Bekasi menyiagakan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot untuk memastikan ketersediaan air bersih. Perumda Tirta Patriot diharapkan siap untuk menyuplai air ke rumah-rumah warga dan memberikan bantuan di daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan Kota Bekasi dapat mengurangi risiko dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dan musim kemarau yang akan datang. Kolaborasi yang aktif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menghadapi tantangan ini demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama.(*)