JABAROKENEWS.COM, Sleman – Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Pengda DIY membuktikan komunitas otomotif mampu memperkuat nasionalisme sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Jogja Sumpah Pemuda 2026.
Digelar 30–31 Oktober di Monumen Jogja Kembali (Monjali), kegiatan tersebut menghadirkan persaudaraan, kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan kolaborasi lintas komunitas otomotif.
Mengusung semangat Sumpah Pemuda, JSP 2026 tidak sekadar menjadi ajang berkumpul pengendara motor besar, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di balik deru mesin kendaraan, IMBI membawa pesan kuat bahwa komunitas motor besar bukan kelompok eksklusif, melainkan bagian masyarakat Indonesia.
Ketua IMBI Pengda DIY, Zaldy Arifianto, memimpin penyelenggaraan bersama Ketua Panitia Syaiful Uyun, dengan dukungan berbagai elemen komunitas dan masyarakat.
Pembukaan dilakukan Ketua Harian IMBI Pusat, Irjen Pol Abiyoso Seno Aji, S.I.K., M.H., disaksikan jajaran pengurus pusat dan daerah.
Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk Irjen Purn Yudawan, Irjen Purn I Wayan Sugiri, Sekjen M. Iqbal, serta Freddy Soemitro.
Momentum JSP 2026 semakin istimewa karena berlangsung bersamaan Rapat Kerja Nasional IMBI di The Rich Hotel Yogyakarta, diikuti 32 provinsi.
Panitia memperkirakan sekitar 1.500 hingga 2.000 peserta dan pengunjung hadir bergantian, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
Director Technic sekaligus konseptor acara, Denizar Rahman Pratama, menegaskan nasionalisme menjadi landasan utama untuk mempererat persaudaraan dan memperluas manfaat kegiatan otomotif.
Semangat keterbukaan terlihat melalui keterlibatan DDMC, Sportster Indonesia, Harley Owners Group, Ladies Biker Jogja, 8 Demon, serta komunitas lainnya.
Peserta dari Malaysia dan Amerika Serikat turut meramaikan kegiatan, membuktikan persaudaraan otomotif mampu melampaui batas wilayah maupun perbedaan latar belakang.
Kepedulian sosial menjadi perhatian utama melalui penyaluran lebih dari 2.000 paket sembako kepada masyarakat sekitar kawasan Monjali.
Bantuan tersebut berasal dari kontribusi IMBI Yogyakarta dan berbagai pihak, termasuk komunitas motor serta dukungan KFC melalui program Jumat Berkah.
Sekitar 150 penerima manfaat turut memperoleh bantuan sosial, sementara pembagian sembako dikoordinasikan bersama perwakilan desa berdasarkan data masyarakat.
Setiap desa mendapatkan alokasi berbeda, berkisar 50 hingga 150 paket, sebagai bentuk kepedulian yang disesuaikan kebutuhan penerima.
Tidak hanya membantu masyarakat, JSP 2026 juga membuka peluang ekonomi dengan menghadirkan 12 stan UMKM yang menawarkan produk lokal.
Beragam kuliner tersedia, mulai sate klatak, bakmi Jawa, bakso, kopi tradisional, Kedai Lemak, hingga ayam goreng yang menarik pengunjung.
Kehadiran peserta luar daerah turut membuka peluang transaksi bagi UMKM, sekaligus memberikan dampak potensial terhadap perhotelan, transportasi, dan pariwisata.
Suasana Monjali semakin semarak melalui Jathilan Pencalaras, Jogja Hip Hop Foundation, Los Pakualamos, Bacil, pertunjukan seni, serta kompetisi esports Free Fire.
IMBI juga menggelar ziarah makam pahlawan, menegaskan bahwa nasionalisme harus diwujudkan melalui penghormatan sejarah, persatuan, kepedulian, dan pengabdian kepada bangsa.
Ketua IMBI Pengda DIY, Zaldy Arifianto, menegaskan keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur melalui kemeriahan, tetapi kontribusi sosial dan persatuan.
”Persatuan sejati tidak menuntut keseragaman, melainkan keharmonisan saat melangkah bersama. Melalui Jogja Sumpah Pemuda, kami buktikan bahwa dari atas roda dua sekalipun, dedikasi tertinggi tetap untuk merah putih,” tegas Zaldy.
Ia berharap JSP terus berkembang sebagai agenda kebangsaan inklusif, memperkuat UMKM, pariwisata, budaya, serta persaudaraan masyarakat Indonesia dari Yogyakarta.(waw)















