Home / Tak Berkategori

Mendagri Minta Tenaga Kesehatan di Daerah Terpencil Didukung Penuh

Selasa, 15 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta agar para tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di daerah terpencil didukung penuh. Bahkan, untuk mendorong para nakes bersedia mengabdi di daerah terpencil, dibutuhkan pula pulling factor yang tepat.

“Saya melihat bahwa dari pengalaman operasi daerah-daerah terpencil itu kunci utamanya adalah bagaimana kita memotivasi. Ada pulling factor, faktor yang membuat orang mau berprestasi, dan ada pushing factor, faktor yang membuat orang tidak mau berprestasi,” kata Mendagri pada sesi dialog interaktif dalam acara Penganugerahan Penghargaan bagi Tenaga Kesehatan Teladan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Penunjang Tingkat Nasional 2023, di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Dalam implementasinya, pulling factor itu dimulai dengan mengerahkan para nakes terbaik untuk bekerja. Lalu, mereka diberikan kesempatan dalam jangka waktu tertentu untuk melaksanakan tugas, sebelum dimutasi atau dirotasi kembali. Kemudian, mereka juga perlu diberikan fasilitas, gaji/insentif, dan promosi agar lebih terstimulus untuk bekerja maksimal.

“Kita harus berikan pulling factor di sana, nakes yang ditempatkan kalau dari pusat berikan mereka batas waktu, misalnya satu tahun atau dua tahun, setelah itu mereka balik, sukses, segera penuhi maunya ke mana, supaya dia ada harapan,” ujarnya.

Sementara terkait pushing factor, misalnya, lebih kepada adanya konflik di daerah, ketiadaan infrastruktur hiburan, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi tantangan bagi daerah terpencil sehingga perlu kebijakan atau manajemen yang lebih adaptif, salah satunya dengan melakukan pemetaan para nakes di daerah-daerah. Terkait hal itu, dibutuhkan sinergi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Saya sarankan juga perbanyak sekolah-sekolah kesehatan, baik yang sampai tertinggi kedokteran sampai yang sekolah-sekolah vokasi di bidang kesehatan diperbanyak di daerah-daerah yang sulit ini,” tandasnya.(wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Cegah Bencana Karhutla Kaltim! Wamendagri Wiyagus Minta Forkopimda Bergerak Cepat dan Solid
Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan!
Tegas! Mendagri Siap Kawal Ketat Perda Agar Langsung Dirasakan Utuh oleh Masyarakat
Syukuran di Pinggir Kebun Teh, Warga Lebakmuncang Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden dan Bupati KDS
Dinilai Sukses Kelola Layanan Dasar, Pemprov Banten Jadi Acuan Visitasi PKN II Kemendagri!
Warnai Industri Musik Tanah Air, The KIM’5 Ungkap Cerita Kesetiaan Lewat Debut Single “KAMU”
Serangan Houthi Tembus Pertahanan Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Perang Proksi AS-Iran
Deteksi Dini TBC dan Malaria, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 Gelar Skrining Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Cegah Bencana Karhutla Kaltim! Wamendagri Wiyagus Minta Forkopimda Bergerak Cepat dan Solid

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Tegas! Mendagri Siap Kawal Ketat Perda Agar Langsung Dirasakan Utuh oleh Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Syukuran di Pinggir Kebun Teh, Warga Lebakmuncang Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden dan Bupati KDS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Dinilai Sukses Kelola Layanan Dasar, Pemprov Banten Jadi Acuan Visitasi PKN II Kemendagri!

Berita Terbaru