Pemkot Bekasi Perkuat Dukungan PSEL dengan Kunjungan PLTSa ke China

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur DPRD Kota Bekasi dan perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China, pada 26 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Rombongan yang dipimpin oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan turut diikuti Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, pimpinan serta anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, serta H.Anton sebagai perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang. Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam satu kunjungan tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya membangun pemahaman bersama terhadap proyek strategis yang akan menjadi salah satu solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi hingga pemanfaatannya menjadi energi listrik.

“Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak.. Dengan melihat secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat, standar operasional, serta aspek lingkungan yang diterapkan,” ujar Kiswatiningsih.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh Wangneng Environment Co., Ltd. selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam proyek PSEL Kota Bekasi.

“Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP, sehingga tidak membebani keuangan daerah,” jelas Kiswatiningsih.

Lebih jauh, Walikota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern, tetapi menjadi bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang.

Selama puluhan tahun kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi ingin mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.

“Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” ujar pria yang akrab disapa Mas Tri.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya ditopang oleh pembangunan PSEL. Pemerintah Kota Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

Selain mendukung pengurangan timbulan sampah, pengembangan industri berbasis FABA diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk konstruksi bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong tumbuhnya kawasan industri hijau yang terintegrasi di Bantargebang.

“Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Melalui pembangunan PSEL dan pengembangan industri pendukungnya, Pemerintah Kota Bekasi berharap Bantargebang dapat menjadi contoh transformasi kawasan lingkungan yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang pembangunan berkelanjutan.

“Dulu orang mengenal Bantargebang karena gunungan sampahnya. Ke depan, kami ingin Bantargebang dikenal sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan modern, tempat lahirnya energi bersih, inovasi teknologi, dan pusat pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi,” tutup Tri.

Adapun Pemerintah Kota Bekasi menargetkan tahapan groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026 dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.(LSI)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Hari Lansia Sedunia di Bekasi, 1.500 Lansia Ikut Fashion Show hingga Tampil Bermain Angklung
Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas Meriahkan HUT DWP ke-27 Kota Bekasi
Peringati Hari Keluarga Nasional, Wali Kota Bekasi Apresiasi Peran Kader PKK dalam Membangun Keluarga yang Tangguh
Persiapan Akreditasi, RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Survei Simulasi Mandiri
Potensi Budaya Sunda Digali, RW 14 Pekayon Jaya Diproyeksikan Jadi Kampung Tematik
Saluran Air Menyempit, Tri Adhianto Tinjau Langsung Perumahan Mandosi Permai
Penataan Kabel Udara Digencarkan, Pemkot Bekasi Dorong Seluruh Arteri Utama Gunakan Ducting
APEKSI Komwil III Perkuat Kolaborasi Hadapi Krisis Global

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Hari Lansia Sedunia di Bekasi, 1.500 Lansia Ikut Fashion Show hingga Tampil Bermain Angklung

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas Meriahkan HUT DWP ke-27 Kota Bekasi

Rabu, 30 September 2026 - 18:07 WIB

Peringati Hari Keluarga Nasional, Wali Kota Bekasi Apresiasi Peran Kader PKK dalam Membangun Keluarga yang Tangguh

Rabu, 30 September 2026 - 16:31 WIB

Persiapan Akreditasi, RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Survei Simulasi Mandiri

Rabu, 30 September 2026 - 08:50 WIB

Potensi Budaya Sunda Digali, RW 14 Pekayon Jaya Diproyeksikan Jadi Kampung Tematik

Berita Terbaru

Yogyakarta

Pelaku Wellness Mulai Serbu Jogja, JCWF Catat Potensi Besar

Jumat, 2 Okt 2026 - 09:02 WIB

Yogyakarta

PMI Kota Yogyakarta Resmi Buka Bulan Dana 2026

Jumat, 2 Okt 2026 - 08:48 WIB