Presidium FRONTAL Jawa Timur, Dorong Dialog Pemerintah dan Aplikator dengan Driver

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, SURABAYA – Presidium Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur, Tito Ahmad, mendorong adanya penataan ekosistem transportasi online yang lebih berkeadilan dengan memperhatikan kesejahteraan para pengemudi.

Menurutnya, persoalan besaran potongan komisi aplikator menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan perusahaan aplikator.

Tito menyampaikan bahwa, driver online menghadapi berbagai beban operasional di tengah penerapan potongan komisi yang dinilai cukup tinggi. FRONTAL Jawa Timur mendorong agar potongan komisi aplikator dapat dikurangi hingga maksimal 10 persen sehingga pendapatan yang diterima mitra pengemudi dapat lebih proporsional dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kami berharap pemerintah dan perusahaan aplikator dapat memperhatikan kondisi para pengemudi. Penataan transportasi online perlu dilakukan secara adil agar keberadaan driver sebagai mitra dapat terlindungi dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Tito melalui keterangannya, Rabu (2/9).

Selain persoalan potongan komisi, Tito mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan komunitas pengemudi dalam menyelesaikan berbagai persoalan transportasi online. Menurutnya, penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara konstruktif dengan mengedepankan dialog serta tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Tito juga mengajak seluruh driver dan komunitas transportasi online di Jawa Timur, untuk menjaga situasi tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi. FRONTAL Jawa Timur, kata dia, siap mendorong penyampaian aspirasi secara tertib, damai dan bertanggung jawab sehingga kepentingan pengemudi dapat diperjuangkan tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami ingin persoalan yang dihadapi driver dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Pemerintah, aplikator dan pengemudi harus bersama-sama membangun ekosistem transportasi online yang sehat, transparan, berkeadilan dan berkelanjutan,” tutup Tito. (Red)

Berita Terkait

Bedah Delik Penghinaan dan Kebebasan Berpendapat, FH UWM Bersama UPN Ulas Batas Kritik Pejabat Negara
Tingkatkan Mutu Akademik, FH UWM dan UPN Jatim Sepakati Kerja Sama Kolaborasi Pendidikan Hukum
Hadir di Surabaya, PresidenMusikIndo Unjuk Gigi dan Semarakkan Panggung IMOBY Market
Surabaya Marathon 2026 Jadi Momentum, AHY Serukan Budaya Hidup Sehat di Tengah Masyarakat
Mentrans Optimistis Mangga Jawa Timur Mampu Bersaing di Pasar Premium Dunia
LIN Gelar Musdalub, Pengurus Baru Siap Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:54 WIB

Bedah Delik Penghinaan dan Kebebasan Berpendapat, FH UWM Bersama UPN Ulas Batas Kritik Pejabat Negara

Kamis, 5 November 2026 - 10:29 WIB

Tingkatkan Mutu Akademik, FH UWM dan UPN Jatim Sepakati Kerja Sama Kolaborasi Pendidikan Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Hadir di Surabaya, PresidenMusikIndo Unjuk Gigi dan Semarakkan Panggung IMOBY Market

Rabu, 2 September 2026 - 14:24 WIB

Presidium FRONTAL Jawa Timur, Dorong Dialog Pemerintah dan Aplikator dengan Driver

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Surabaya Marathon 2026 Jadi Momentum, AHY Serukan Budaya Hidup Sehat di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru