RPC UMY Gelar Pameran Foto “(Un)Defined: Love”, Angkat Beragam Makna Cinta Lewat Fotografi

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa Release Photography Club (UKM RPC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menghadirkan ruang apresiasi fotografi melalui Pameran Besar bertajuk “(Un)Defined: Love” yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Studio Kalahan, Gamping, Bantul. Mengangkat tema tentang cinta yang tidak memiliki definisi tunggal, pameran ini menjadi wadah bagi para fotografer muda untuk menerjemahkan pengalaman, emosi, dan sudut pandang mereka ke dalam karya visual yang sarat makna.

Ketua Pameran Besar RPC 2026, Syasya Khairiya, mengatakan bahwa pameran tahun ini menampilkan 10 karya pilihan dari total 21 peserta. Seluruh karya merupakan hasil kolaborasi anggota internal RPC dengan fotografer eksternal yang lolos melalui proses open submission.

“Sepuluh karya dari 21 pameris berhasil kami hadirkan dalam pameran kali ini. Karya-karya tersebut merupakan hasil kolaborasi anggota internal RPC dan teman-teman eksternal yang ikut berpartisipasi melalui open submission,” ujarnya saat membuka acara.

Syasya berharap pameran ini tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya fotografi, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan, diskusi, dan inspirasi bagi seniman maupun masyarakat umum. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Studio Kalahan yang telah mendukung penyelenggaraan pameran.

“Kami berharap pameran ini menjadi ruang apresiasi, ruang diskusi, sekaligus ruang inspirasi bagi kita semua,” tambahnya.

Pembina Release Photography Club UMY, Ary Kurniawan, S.Pd., M.Pd., menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk terus berkembang melalui karya kreatif yang mampu menjangkau khalayak yang lebih luas. Menurutnya, UMY mendorong mahasiswa menjadi generasi yang mampu berkarya hingga tingkat global melalui fotografi.

Ary mengaitkan tema pameran dengan pepatah Jawa Witing tresna jalaran saka kulina, yang bermakna cinta tumbuh karena kebiasaan.

“Dalam konteks pameran ini, cinta tumbuh melalui proses berkarya. Ketika teman-teman terus mengisi ruang dengan karya, akan tumbuh kecintaan terhadap fotografi itu sendiri,” ungkap Ary.

Sementara itu, Ketua Umum Release Photography Club UMY, Atikah Nurul Izzati, menjelaskan bahwa tema “(Un)Defined: Love” dipilih karena setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam memaknai cinta. Perbedaan perspektif tersebut kemudian diterjemahkan oleh masing-masing pameris melalui medium fotografi.

“Setiap karya yang dipamerkan merupakan representasi makna cinta dari masing-masing pameris. Kami berharap pengunjung dapat merasakan sekaligus menangkap pesan yang ingin disampaikan melalui setiap karya,” jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pameran foto. Pada hari kedua, RPC juga menyelenggarakan talkshow dan sesi bedah karya yang menghadirkan para fotografer untuk membagikan proses kreatif di balik setiap foto.

Menurut Atikah, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka ruang dialog antara fotografer dan pengunjung sehingga fotografi tidak hanya dinikmati sebagai karya visual, tetapi juga dipahami sebagai media komunikasi yang menyampaikan gagasan dan pengalaman personal.

Semangat serupa disampaikan oleh demisioner RPC, Akbar, yang mengaku bangga melihat perkembangan organisasi yang pernah menjadi tempatnya bertumbuh. Ia menilai konsistensi RPC dalam menghadirkan pameran menjadi bukti bahwa komunitas fotografi mahasiswa tersebut terus berkembang sebagai ruang yang aman untuk belajar, berekspresi, dan berkolaborasi.

“Saya bangga melihat dedikasi, kerja keras, dan energi positif teman-teman panitia. Ini membuktikan bahwa RPC tidak pernah berhenti menjadi wadah yang aman dan dinamis untuk berkarya,” ujarnya.

Menurut Akbar, tema “(Un)Defined: Love” mengajak setiap orang untuk kembali merenungkan bahwa cinta merupakan pengalaman yang universal, tidak memiliki batas, dan dapat hadir dalam berbagai bentuk kehidupan.

“Cinta adalah rasa yang universal, kaya makna, dan dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Saya berharap setiap karya yang dipamerkan mampu memantik inspirasi dan menyentuh hati setiap orang yang melihatnya,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan pameran ini, RPC UMY tidak hanya menghadirkan fotografi sebagai karya visual, tetapi juga mengajak publik memahami bahwa fotografi merupakan medium untuk bercerita, membangun empati, dan merayakan beragam cara manusia memaknai cinta. Sejalan dengan semangat tersebut, pameran “(Un)Defined: Love” diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas, refleksi, dan dialog bagi siapa pun yang hadir. (lsi)

Sumber : Humas Umy