Siaga Mudik Lebaran 2026, PMI DIY Fokuskan Layanan di Titik Rawan Kepadatan

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Jogja – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menyiagakan total 1.022 personel untuk mendukung pelayanan kemanusiaan selama arus mudik Lebaran 2026.
‎
Sebanyak 31 titik pos pelayanan pertolongan pertama dan ambulans disiapkan di seluruh wilayah DIY.
‎
“Sejumlah 1.022 personel, 20 ambulans, 3 mobil jenazah, dan 6 ambulans motor disiagakan untuk membantu masyarakat,” jelas Ketua PMI DIY GBPH H. Prabu Kusumo, SPsi yang akrab disapa Gusti Prabu, Selasa (17/3/2026).
‎
Gusti Prabu mengatakan, kesiapan ini dilakukan untuk memastikan pemudik mendapatkan layanan cepat dan optimal, terutama di titik-titik rawan kepadatan.
‎
“Kami ingin memastikan masyarakat yang merayakan Lebaran di Yogyakarta merasa aman dan terbantu,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, seluruh personel akan bertugas selama 24 jam dalam tiga sif selama 10 hari, mulai 16 hingga 26 Maret 2026.
‎
“Penempatan difokuskan di jalur masuk-keluar DIY, pusat keramaian, dan markas PMI kabupaten/kota,” katanya.
‎
Dalam monitoring kesiapan posko, PMI DIY turut menggandeng berbagai instansi mitra seperti Dinas Kesehatan DIY, Dinas Sosial DIY, Basarnas, BPBD DIY, hingga relawan dari berbagai organisasi.
‎
“Kolaborasi ini penting agar penanganan kedaruratan bisa dilakukan secara cepat dan terpadu,” ungkap Gusti Prabu.
‎
Ia bersama jajaran juga melakukan peninjauan ke sejumlah pos, mulai dari Gamping, Terminal Giwangan, hingga Pos Gading di Gunungkidul.
‎
PMI DIY juga mengandalkan ambulans motor sebagai first responder untuk menjangkau lokasi padat.
‎
“Motor ambulans ini sangat efektif, terutama saat lalu lintas padat. Begitu ada laporan, motor langsung meluncur untuk penanganan awal sebelum ambulans tiba,” tegasnya.
‎
Selain itu, PMI tetap menyiagakan armada untuk penanganan bencana lain seperti kebakaran maupun bencana alam.
‎
“Kami tidak hanya fokus pada mudik, tapi juga potensi kedaruratan lain,” tambahnya.
‎
Tak hanya itu, posko PMI DIY juga menyediakan layanan istirahat, kesehatan dasar, hingga menu berbuka puasa bagi pemudik. PMI turut bersiaga dalam pengamanan kegiatan Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta pada 20 Maret 2026.
‎
“Posko ini hadir untuk membantu masyarakat, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi darurat seperti kecelakaan, kelelahan, dehidrasi, dan pingsan,” pungkas Gusti Prabu. (Andriyani)

Berita Terkait

Wali Kota Yogyakarta Beli Helm Kustomfest Hasil Lelang Rp20 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Bantu Warga Lewat Bedah Rumah dan Pendidikan
Pemkab Sleman Perkuat Komitmen Cegah Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Radikalisme
Penumpang WNA KAI Daop 6 Capai 264.335 Orang, Tumbuh 7,8 Persen
250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi
GPM Soroti Sumbangan Komite MTsN 9 Sleman, Tekankan Prinsip Sukarela
Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Semarakkan Kota Jogja
Sipotik Ungkap 700 Kasus Pengambilan Ganda Psikotropika di Sleman

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Wali Kota Yogyakarta Beli Helm Kustomfest Hasil Lelang Rp20 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Bantu Warga Lewat Bedah Rumah dan Pendidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Pemkab Sleman Perkuat Komitmen Cegah Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Radikalisme

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Penumpang WNA KAI Daop 6 Capai 264.335 Orang, Tumbuh 7,8 Persen

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi

Berita Terbaru