UMY Bagikan Ilmu Manajemen Stres kepada Pemuda Desa Wisata di Bantul

JABAROKENEWS.COM, Bantul – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berbagi ilmu tentang manajemen kesehatan mental kepada para pemuda dan masyarakat di Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Minggu (11/3/2026).

‎Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti para pemuda yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata budaya Wirokerten.

‎Para peserta mendapatkan wawasan baru tentang cara menghadapi tekanan hidup sekaligus menjaga kesehatan mental di tengah berbagai persoalan sosial maupun pekerjaan.

‎Dua dosen UMY yang menjadi pemateri utama adalah Shanti Wardaningsih S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Jiwa., PhD dan Kellyana Irawati Ners., M.Kep., Sp.Jiwa., PhD.

‎Dalam pemaparannya, Shanti menegaskan bahwa setiap orang pasti akan menghadapi tekanan dalam kehidupan, baik yang berasal dari masalah ekonomi, relasi sosial maupun pekerjaan.

‎“Kita memang tidak bisa menghindari stres atau tekanan. Itu sesuatu yang lumrah terjadi pada setiap manusia,” ujarnya di hadapan para peserta.

‎Namun demikian, Shanti menekankan bahwa tekanan tersebut harus dikelola dengan cara yang tepat agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan mental.

‎Ia mengajak para peserta memahami konsep eustress, yaitu stres yang justru memberi dampak positif bagi perkembangan diri.

‎“Kita memerlukan cara mengelola stres agar bisa menjadi eustress, yakni stres positif yang mampu mendorong seseorang berkembang tanpa menimbulkan gangguan jiwa,” jelasnya.

‎Sementara itu, Kellyana Irawati memberikan berbagai tips praktis untuk mengubah stres menjadi energi positif.

‎Menurutnya, ketika stres mampu dikelola dengan baik, maka justru bisa meningkatkan fokus, motivasi dan semangat.

‎“Eustress ini biasanya bersifat jangka pendek, terasa menantang namun dapat dikelola, sehingga memicu rasa antusias dan semangat,” katanya.

‎Peserta juga diajak mempraktikkan sejumlah gerakan sederhana yang dapat merangsang keluarnya hormon endorfin yang bermanfaat bagi kesehatan mental.

‎Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan.

‎Melalui kegiatan ini, para pemuda pengelola desa wisata budaya Wirokerten diharapkan memiliki kesiapan mental yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung.

‎“Harapannya setelah pelatihan ini muncul inovasi dan semangat baru dari para pengelola desa wisata,” ujar salah satu panitia.

‎Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara tim dosen UMY dan para peserta pelatihan.(waw)