UMY Borong Penghargaan di KMI Expo 2025 Lewat Inovasi Batik dan Solusi AI

JABAROKENEWS.COM, Jakarta — Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi di ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2025 yang berlangsung di Universitas Tidar, Magelang, 19–21 November 2025. Dua tim delegasi UMY, Artik dan Sosmedgo, sama-sama membawa pulang gelar juara pada kompetisi kewirausahaan tingkat nasional tersebut.

Tim Artik meraih Juara 3 Tahapan Awal kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya melalui inovasi painting kit batik. Produk ini menjadi satu-satunya paket edukasi membatik yang dipamerkan pada KMI Expo tahun ini, menawarkan pengalaman praktik membatik lengkap bagi generasi muda. Adapun Tim Sosmedgo meraih Juara Harapan 2 Tahapan Awal pada kategori Bisnis Digital berkat layanan otomatisasi media sosial berbasis kecerdasan buatan.

Akhmad Nandar Ramdani, anggota Tim Artik, menggambarkan suasana malam penganugerahan pada 21 November sebagai momen penuh harap. “Waktu itu gerimis, suasananya syahdu, tapi juga menegangkan,” ujar Nandar, Rabu (26/11).

Tim Artik beranggotakan empat mahasiswa Manajemen angkatan 2022: Nandar, Maysya Miranda, Zufar Rais Al Hibban, dan Sefrina Herning Khairunnisa Putri. Mereka memikat juri dengan konsep painting kit batik yang tidak hanya menampilkan karya akhir, tetapi juga dirancang sebagai sarana edukatif untuk melestarikan proses membatik.

Pada kategori lain, Tim Sosmedgo yang terdiri dari Arief Diastyanto dan Ibnu Bayhaqqi Hakim (Teknik Elektro 2021) serta Khansa Iriana Fadhilah (Akuntansi 2022) menghadirkan solusi digital yang dapat digunakan hanya dalam lima detik. “Dengan AI dari Sosmedgo, konsumen langsung mendapatkan auto post, content calendar, auto schedule, hingga generate caption melalui AI Template,” kata Arief.

Menurut kedua tim, pencapaian ini tidak lepas dari pembinaan intensif yang mereka jalani di Startup & Business Incubator (SEBI) UMY. Latihan presentasi dilakukan setiap hari, termasuk hingga larut malam selama masa persiapan kompetisi. Peserta KMI juga diwajibkan melakukan pitching di hadapan juri, sehingga penyusunan strategi presentasi menjadi salah satu aspek penting.

“Sejak jauh hari kami sudah menyiapkan riset pasar, pengembangan produk, mencari kemitraan, sampai menghasilkan produk final,” ujar Nandar.

Usai meraih penghargaan, Tim Artik berharap inovasi mereka dapat terus dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal batik lebih dekat. Di sisi lain, Tim Sosmedgo berkomitmen memperkuat platform otomatisasi media sosial mereka, sekaligus melakukan evaluasi berkelanjutan agar teknologi tersebut semakin bermanfaat bagi pelaku UMKM di Indonesia. (ihd)