Wasis Rela Mancing Jauh dari Gunungkidul demi Ikan Lokal di Bendungan Sapon

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Kulonprogo – Bendungan Sapon di Lendah, Kulonprogo, masih menyimpan daya tarik bagi pemancing. Beragam ikan lokal menjadi buruan sekaligus alasan mereka berdatangan.
‎
Salah satunya Wasis Mukti Pangestu, pemancing asal Patuk, Gunungkidul, yang rela menempuh perjalanan bersama tiga temannya demi menyalurkan hobi memancing di Sapon.
‎
Mereka mendatangi Bendungan Sapon pada Sabtu (10/10/2026). Perjalanan antarkabupaten tersebut ditempuh untuk merasakan sensasi memancing sekaligus mencari berbagai jenis ikan air tawar.
‎
Bagi Wasis, keberagaman ikan menjadi daya tarik utama. Ia menilai bendungan tersebut masih menawarkan peluang menarik bagi pemancing yang ingin mendapatkan ikan lokal.
‎
“Karena ikannya sangat banyak dan menarik minat para angler mancing,” ujar Wasis saat ditemui di lokasi Bendungan Sapon, Kulonprogo, Sabtu.
‎
Menurut Wasis, sejumlah ikan lokal masih cukup mudah dijumpai di perairan tersebut. Di antaranya tawes dan nilem yang menjadi incaran para pemancing.
‎
Selain itu, ikan wader, bader, keting, hingga gabus juga termasuk jenis ikan air tawar yang disebut masih menjadi buruan pemancing di Bendungan Sapon.
‎
Ikan tawes, yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan melem, menjadi salah satu jenis tangkapan yang kerap diperoleh pemancing saat beraktivitas di sana.
‎
Pengalaman Wasis memancing di Bendungan Sapon juga terbilang mengesankan. Ia mengaku pernah membawa pulang hasil tangkapan mencapai empat kilogram dalam satu kegiatan memancing.
‎
Tangkapan tersebut terdiri atas beragam jenis ikan lokal. Pengalaman itu membuat Wasis tertarik kembali datang, meski perjalanan dari Gunungkidul menuju Kulonprogo cukup jauh.
‎
Bagi Wasis dan teman-temannya, memancing bukan sekadar mengejar banyaknya ikan. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan menikmati waktu bersama sekaligus menyalurkan hobi.
‎
Untuk mendapatkan ikan, Wasis memilih magot sebagai umpan. Ia membeli umpan tersebut dari pembudidaya magot dengan harga Rp20.000 per kilogram.
‎
Umpan magot digunakan untuk menarik perhatian ikan agar mendekati kail. Wasis berharap pilihannya itu kembali membuahkan hasil saat memancing di bendungan tersebut.
‎
Di balik daya tarik ikan lokal, perhatian terhadap keseimbangan ekosistem perairan juga menjadi hal penting. Keberadaan berbagai jenis ikan perlu dijaga secara berkelanjutan.
‎
Wasis menilai ikan red devil, yang dikenal sebagai ikan invasif di sejumlah perairan, sejauh ini masih jarang ditemukan di Bendungan Sapon.
‎
Meski demikian, kondisi tersebut merupakan pengamatan Wasis selama memancing, bukan hasil pendataan populasi ikan. Pemantauan berkala tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi ekosistem.
‎
Menurutnya, keberadaan ikan lokal menjadi bagian penting dari daya tarik Bendungan Sapon. Kelestarian berbagai jenis ikan perlu diperhatikan agar tidak terus mengalami penurunan.
‎
Wasis berharap upaya pelestarian mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak. Salah satu langkah yang menurutnya layak dipertimbangkan ialah penebaran ikan secara berkelanjutan.
‎
“Lebih banyak penebaran ikan, biar ekosistem ikannya tidak punah,” harap Wasis, menyampaikan keinginannya agar populasi ikan lokal tetap terjaga.
‎
Ia berharap penebaran ikan dapat mendukung keberlangsungan populasi, terutama apabila dilakukan dengan memperhatikan jenis ikan, kondisi perairan, serta keseimbangan ekosistem
‎setempat.
‎
Upaya tersebut, menurut harapannya, perlu disertai perhatian terhadap kualitas habitat. Dengan demikian, ikan lokal tetap memiliki lingkungan yang mendukung untuk berkembang biak.
‎
Bendungan Sapon pun diharapkan terus menjadi tempat memancing yang menarik bagi masyarakat. Keberagaman ikan lokal menjadi potensi yang perlu dijaga bersama secara berkelanjutan.
‎
Pengalaman Wasis menunjukkan bahwa hobi memancing juga dapat menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Kelestarian ikan lokal menjadi harapan agar Bendungan Sapon tetap menarik dikunjungi.(waw)

Berita Terkait

Layangkan Tuntutan Hukum, Paguyuban Warga Madura Jogja Minta Kriminalisasi Pengurus Dihentikan
Antisipasi Penurunan Anggaran, Lurah Margorejo Susun Langkah Strategis Demi Keberlanjutan Pembangunan
Melihat Sejarah dari Perspektif Berbeda, Pameran Trinetra Resmi Digelar di Jogja!
Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat, Pemkot Jogja Hadirkan Festival Layanan Publik di Titik Nol
Gandeng Kustomfest 2026, Pemkot Yogyakarta Galang Donasi Rp1 Miliar Lewat Charity Ride for 270
Genap 14 Tahun Berkarya, Legend Coffee Jogja Gelar Reuni Pelanggan dan Mantan Karyawan
Perkuat Kerukunan, Kesbangpol Sleman Dorong Warga Balecatur Jadikan Pancasila Perekat Toleransi
Dukung Pemerataan Pembangunan, Kementerian Transmigrasi Berangkatkan 100 KK Bulan November

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Layangkan Tuntutan Hukum, Paguyuban Warga Madura Jogja Minta Kriminalisasi Pengurus Dihentikan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Melihat Sejarah dari Perspektif Berbeda, Pameran Trinetra Resmi Digelar di Jogja!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat, Pemkot Jogja Hadirkan Festival Layanan Publik di Titik Nol

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Gandeng Kustomfest 2026, Pemkot Yogyakarta Galang Donasi Rp1 Miliar Lewat Charity Ride for 270

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Genap 14 Tahun Berkarya, Legend Coffee Jogja Gelar Reuni Pelanggan dan Mantan Karyawan

Berita Terbaru