Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Acuan, Andra Soni Pastikan Pembangunan Banten Selaras dengan Pusat

JABAROKENEWS.COM, Serang – Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri Rapat Paripurna Istimewa untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung DPRD Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat (14/8/2026).

Andra Soni mengatakan, sejumlah capaian dan arah kebijakan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan tersebut selaras dengan kebijakan pembangunan yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Di antaranya membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pengentasan kemiskinan.

“Tadi disampaikan capaian-capaian yang telah diraih oleh pemerintah pusat. Alhamdulillah, apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden juga sinkron dengan apa yang kita lakukan di daerah,” ungkap Andra Soni.

Gubernur mencontohkan, pembangunan infrastruktur dasar, konektivitas jalan, yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Banyak capaian-capaian yang telah dilaksanakan, salah satunya adalah pembangunan irigasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga oleh pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi, dan juga pembangunan konektivitas jalan desa,” katanya.

Andra Soni menegaskan, sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara merata.

“Alhamdulillah ini linier atau sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim mengatakan, pelaksanaan rapat paripurna tersebut merupakan bagian dari agenda DPRD Provinsi Banten dalam memperingati dan mengikuti rangkaian kegiatan kenegaraan dalam momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tadi kita melaksanakan kegiatan rapat paripurna, yakni mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia di hari kemerdekaan,” ujar Fahmi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang ditandai konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok dunia. Menurut Kepala Negara, kemandirian ekonomi menjadi penting agar Indonesia tetap mampu bertahan ketika terjadi perubahan situasi global secara tiba-tiba.

“Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar, karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita tetap harus survive,” katanya.

Di tengah tekanan ekonomi global tersebut, Presiden Prabowo menyebut perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif. Salah satu indikatornya adalah realisasi investasi yang terus meningkat di mana sepanjang 2025, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Sementara itu, pada semester pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Selain investasi, Presiden Prabowo turut menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 yang tumbuh 5,61 persen, sedangkan pertumbuhan pada semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen.

“Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini,” imbuhnya.

Dengan capaian tersebut, Kepala Negara optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat ditingkatkan hingga penghujung 2026. Presiden juga meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dapat dicapai melalui kebijakan yang dinilai tepat dan rasional.

Meski optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kedua indikator tersebut bukanlah tujuan akhir pembangunan. Menurutnya, keberhasilan ekonomi harus diukur dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama kelompok masyarakat paling bawah.

“Tetapi saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” kata Presiden Prabowo.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun Indonesia sebagai bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara mandiri.

Presiden Prabowo menyampaikan upaya mewujudkan kemandirian pangan harus dilakukan dengan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi petani, termasuk akses terhadap pupuk, harga gabah, serta aturan yang berbelit-belit.

Pemerintah, menurut Presiden Pranowo, memilih untuk mencari solusi dan memastikan birokrasi tidak menjadi penghambat bagi kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembenahan birokrasi agar bekerja secara efisien dan bebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan. Presiden mengingatkan bahwa negara harus hadir untuk memudahkan masyarakat, baik melalui Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah.(lsi)

Sumber : Adpim