Lewat Parenting Islami, UMY Dorong Komunikasi Keluarga Jadi Fondasi Mental Remaja

JABAROKENEWS.COM, Jogja — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terus memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan mental remaja di era digital melalui program parenting Islami.

Kegiatan ini digagas dosen Pendidikan Bahasa Arab, Yayat Hidayat, dalam bentuk pelatihan edukatif bagi para orang tua di wilayah Banyubiru.

Program bertajuk Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Membina Mental Remaja itu digelar di Masjid As Surur dan diikuti sekitar 50 peserta.

Yayat menegaskan, rendahnya literasi parenting Islami menjadi salah satu latar belakang kegiatan ini.

“Orang tua hari ini dihadapkan pada tantangan besar, bukan hanya mendidik, tapi juga menjaga arah anak di tengah derasnya arus digital,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa komunikasi yang sehat dalam keluarga menjadi kunci utama.

“Bagaimana orang tua bisa hadir sebagai teman berdiskusi, bukan sekadar pemberi aturan. Ini penting agar remaja tidak merasa sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan nilai Islami mampu membangun fondasi mental yang lebih kokoh.

“Parenting Islami menekankan kasih sayang, keteladanan, dan komunikasi. Anak harus merasa didampingi, bukan dihakimi,” tambah Yayat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi pola asuh Islami, strategi komunikasi keluarga, hingga cara mendampingi remaja menghadapi pengaruh media digital.

Salah satu peserta, Ahmad (47), mengaku mendapat wawasan baru dari kegiatan ini.

“Kami jadi lebih paham cara berkomunikasi dengan anak, terutama soal gadget dan media sosial,” katanya.

Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta.

“Harapannya, orang tua makin siap mendampingi anak agar tumbuh dengan mental sehat dan nilai kuat,” tutup Yayat. (waw)