Prodi Akuntansi UWM Tingkatkan Pemahaman Perpajakan Mahasiswa

JABAROKENEWS.COM, SLEMAN – Prodi Akuntansi UWM kembali menggelar webinar perpajakan untuk mengenalkan dasar pajak kepada mahasiswa melalui pembelajaran praktis dan interaktif sejak dini.

Webinar bertema “Pajak itu apa? Memahami Pajak dari Nol” berlangsung daring melalui Zoom, Rabu (19/8), sebagai rangkaian Dies Natalis ke-44 UWM tersebut.

Dekan FE UWM, Dr. Jumadi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada narasumber serta peserta yang mengikuti kegiatan edukatif tersebut dengan antusias sejak awal.

“Diharapkan webinar ini akan menambah referensi keilmuan tentang perpajakan,” kata Jumadi dalam sambutannya kepada seluruh peserta webinar yang hadir hari ini resmi.

Menurutnya, pemahaman pajak menjadi bekal penting karena mahasiswa akan berhadapan dengan kewajiban perpajakan dalam kehidupan profesional dan masyarakat luas dan bernegara kelak.

Ketua Prodi Akuntansi UWM, Ainun Hertikasari, S.E., M.Acc., Ak., CA., menegaskan komitmen program studi menghadirkan ilmu praktis yang relevan secara langsung kini.

“Materi perpajakan harus mudah dipahami sejak awal, sehingga mahasiswa memiliki fondasi kuat sebelum mempelajari persoalan pajak lebih kompleks,” ujarnya di kampus formal.

Narasumber Jafar Shodiq, S.Akt., M.Ak., BKP, kemudian membedah konsep dasar perpajakan secara bertahap agar peserta memahami materi secara menyeluruh mulai sekarang kini.

Jafar mengawali pemaparan dengan menjelaskan definisi pajak, kemudian menguraikan unsur penting yang membentuk kewajiban perpajakan dalam praktik sehari-hari bagi masyarakat oleh peserta.

Peserta diajak memahami bahwa pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang memiliki dasar hukum serta digunakan untuk kepentingan pembangunan nasional bagi negara.

“Memahami pajak dari nol penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui kewajibannya, tetapi juga memahami alasan dan mekanisme pemungutannya,” jelas Jafar secara mendalam.

Webinar tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai istilah, konsep, serta penerapan pajak secara sederhana dan praktis aktif.

Jafar menekankan pentingnya literasi perpajakan agar mahasiswa mampu membaca persoalan pajak dengan lebih kritis dan tidak mudah keliru memahami aturan berlaku nasional.

“Pajak bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi bagian dari sistem yang berkaitan dengan kewajiban warga dan pembangunan negara,” ujarnya kepada peserta langsung.

Melalui kegiatan ini, FE UWM menunjukkan upaya memperkuat literasi keuangan sekaligus memperkenalkan perpajakan sebagai kompetensi penting bagi mahasiswa akuntansi masa kini kini.

“FE UWM Yogyakarta terus memperkuat perannya meningkatkan literasi keuangan dan perpajakan, sejalan dengan tujuan mencetak generasi cerdas serta sadar hukum,” ungkap Jumadi.

Kegiatan tersebut diharapkan mendorong mahasiswa lebih percaya diri memahami pajak, sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap kewajiban perpajakan sejak bangku perguruan tinggi di kampus. (ady)