Sleman Creative Weeks #6 Jadi Ruang Penguatan Ekonomi Kreatif

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman – Sleman Creative Weeks #6 resmi dibuka. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui kolaborasi budaya, komunitas, dan masyarakat luas.
‎
Danang membuka SCW #6 secara simbolis dengan menerbangkan layang-layang dalam Sleman Kite Fest di Halaman Pondok Pesantren Gus Muwafiq, Minggir, Minggu siang.
‎
Pembukaan tersebut menandai tahun keenam penyelenggaraan Sleman Creative Weeks yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan komunitas kreatif Sleman secara berkelanjutan dan kolaboratif.
‎
Tahun ini, SCW #6 mengusung tema Living Shared Culture. Tema tersebut menempatkan kebudayaan sebagai bagian kehidupan yang terus tumbuh melalui pengalaman bersama masyarakat.
‎
Danang mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja keras menyelenggarakan rangkaian SCW #6 tahun 2026. Ia menyebut kolaborasi menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut bersama.
‎
Menurut Danang, Sleman Kite Fest menjadi ruang terbuka untuk mempertemukan anak-anak, generasi muda, keluarga, komunitas, seniman, dan masyarakat umum dalam kebersamaan yang hangat.
‎
“Dibalik kesederhanaan layang-layang terdapat nilai mendalam. Layang-layang mengingatkan kita pada kalimat sangkan paraning dumadi,” ujar Danang saat membuka festival tersebut.
‎
“Layang-layang yang terbang tinggi tetapi tetap terikat benang ke bumi merupakan simbol manusia sukses yang tetap eling akan sangkan asal-usul,” katanya.
‎
Danang menilai permainan layang-layang bukan sekadar hiburan. Aktivitas tersebut menghadirkan ruang interaksi, kreativitas, sekaligus pengalaman bersama bagi masyarakat Sleman secara nyata.
‎
“Harapannya, festival ini tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman bersama bagi masyarakat,” kata Danang saat membuka kegiatan tersebut kepada masyarakat.
‎
Ia berharap kegiatan itu mampu menerbangkan kembali semangat kreativitas, kebersamaan, serta kecintaan masyarakat terhadap ruang hidup bersama di Kabupaten Sleman secara berkelanjutan.
‎
Danang juga melihat ekonomi kreatif membutuhkan ruang bertemu agar gagasan, karya, komunitas, dan masyarakat dapat saling menguatkan sekaligus berkembang bersama secara positif.
‎
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya mengatakan SCW #6 turut membawa semangat ramah lingkungan dalam seluruh rangkaian kegiatannya tahun ini.
‎
Menurut Edy, semangat tersebut diwujudkan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mendorong perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar Sleman.
‎
“Harapan kami kedepannya ekosistem kreatif dan pariwisata terus berjalan beriringan yang mampu memberikan simbiosis mutualisme,” kata Edy dalam kesempatan tersebut.
‎
SCW #6 menghadirkan sejumlah agenda, termasuk Sleman Kite Festival pada 27 September di Ponpes Gus Muwafiq Minggir yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan tahun ini.
‎
Rangkaian berikutnya yakni Bedog Arts Fest pada 2-10 Oktober di Studio Banjarmili, menghadirkan ruang seni dan kreativitas bagi masyarakat serta komunitas Sleman setempat.
‎
Pesta Boneka dijadwalkan berlangsung pada 6-11 Oktober di Ruang Pana, Komplek Kampoeng Media, sebagai bagian dari rangkaian SCW #6 tahun ini.
‎
Selain itu, Sinergi Sinema Sleman dan Sleman Film Competition oleh KDM Cinema berlangsung pada 27 September, 6 Oktober, dan 10 Oktober 2026 mendatang.
‎
Dua lomba turut meramaikan SCW #6, yakni Sleman Film Competition dan Lomba Layang-Layang Tradisional yang melibatkan kreativitas serta partisipasi masyarakat secara langsung.
‎
Seluruh rangkaian SCW #6 mendapatkan dukungan Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026 untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif dan kebudayaan di Sleman secara berkelanjutan.
‎
Melalui berbagai agenda tersebut, pemerintah daerah berharap kreativitas masyarakat terus tumbuh, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru bagi pelaku ekonomi kreatif Sleman di masa depan.
‎
SCW #6 menjadi momentum mempertemukan budaya, seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam ruang bersama yang terbuka, ramah lingkungan, serta berkelanjutan bagi masyarakat.(ady)

Berita Terkait

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor
HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren
Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis
Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT
Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:24 WIB

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor

Rabu, 30 September 2026 - 14:01 WIB

HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren

Rabu, 30 September 2026 - 13:47 WIB

Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis

Rabu, 30 September 2026 - 13:33 WIB

Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT

Rabu, 30 September 2026 - 13:23 WIB

Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System

Berita Terbaru