Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Budiraharja (kelima dari kiri) berfoto bersama jajaran pengurus dan lima personel PMI Bantul yang dimobilisasi dalam misi kemanusiaan penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Markas PMI Kabupaten Bantul, Yogyakarta

Agus Budiraharja (kelima dari kiri) berfoto bersama jajaran pengurus dan lima personel PMI Bantul yang dimobilisasi dalam misi kemanusiaan penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Markas PMI Kabupaten Bantul, Yogyakarta

JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Sebanyak lima personel PMI Bantul dimobilisasi untuk mendukung respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lima personel tersebut diterjunkan dalam dua bidang layanan, yakni Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) dan Dukungan Psikososial (PSP) bagi masyarakat maupun relawan yang terdampak bencana.

Terbaru, tiga personel PMI Bantul diberangkatkan pada (1/10/26) untuk bergabung dalam tim PKDD PMI Pusat pada periode penugasan Oktober 2026.

Ketiganya yakni Siti Alviyani sebagai bidan, Risma Anisa Rahmawati sebagai perawat, serta dr. Sri Astuti Sapartiningsih sebagai dokter.

Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat terdampak gempa sebagai bagian dari operasi kemanusiaan PMI.

Sementara itu, Miladdiena Maharani Mahfudhoh telah lebih dahulu diberangkatkan pada (25/8/26) untuk bergabung dalam tim Dukungan Psikososial.

Adapun Wahyu Nurwasi Rofiah Sakti sebelumnya telah menyelesaikan penugasan Dukungan Psikososial periode Agustus–September 2026 dan kembali ke Yogyakarta.

Wahyu selanjutnya dijadwalkan kembali bertugas pada (5/10/26) untuk menjalankan layanan debriefing bagi para relawan.

Ketua PMI Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, mengatakan mobilisasi personel tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PMI Bantul dalam mendukung operasi kemanusiaan PMI di wilayah terdampak bencana.

“Mobilisasi personel merupakan bentuk kontribusi PMI Bantul dalam mendukung operasi kemanusiaan PMI untuk masyarakat terdampak bencana. Setiap personel yang diberangkatkan membawa amanah kemanusiaan,” ujar Agus.

Menurutnya, para personel tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan kompetensi masing-masing, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PMI untuk hadir dan mendampingi masyarakat yang tengah menghadapi situasi pascabencana.

Keberangkatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi sekaligus kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki PMI Kabupaten Bantul.

Dengan mobilisasi tersebut, PMI Bantul telah mengirimkan lima personel untuk mendukung respons kemanusiaan akibat gempa bumi di NTT, baik melalui layanan kesehatan dasar darurat maupun dukungan psikososial.

Selain mengirimkan tenaga kemanusiaan, PMI Kabupaten Bantul juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi melalui donasi kemanusiaan.

Dukungan dari masyarakat nantinya menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

PMI Bantul mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi warga NTT.

Setiap dukungan yang diberikan, baik melalui tenaga, perhatian maupun donasi, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit dan memulihkan kehidupan mereka setelah bencana. (Aga)

Berita Terkait

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor
HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren
Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis
Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif
Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:24 WIB

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor

Rabu, 30 September 2026 - 14:01 WIB

HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren

Rabu, 30 September 2026 - 13:47 WIB

Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis

Rabu, 30 September 2026 - 13:23 WIB

Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System

Rabu, 30 September 2026 - 13:18 WIB

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi

Berita Terbaru