JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Sebanyak lima personel PMI Bantul dimobilisasi untuk mendukung respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lima personel tersebut diterjunkan dalam dua bidang layanan, yakni Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) dan Dukungan Psikososial (PSP) bagi masyarakat maupun relawan yang terdampak bencana.
Terbaru, tiga personel PMI Bantul diberangkatkan pada (1/10/26) untuk bergabung dalam tim PKDD PMI Pusat pada periode penugasan Oktober 2026.
Ketiganya yakni Siti Alviyani sebagai bidan, Risma Anisa Rahmawati sebagai perawat, serta dr. Sri Astuti Sapartiningsih sebagai dokter.
Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat terdampak gempa sebagai bagian dari operasi kemanusiaan PMI.
Sementara itu, Miladdiena Maharani Mahfudhoh telah lebih dahulu diberangkatkan pada (25/8/26) untuk bergabung dalam tim Dukungan Psikososial.
Adapun Wahyu Nurwasi Rofiah Sakti sebelumnya telah menyelesaikan penugasan Dukungan Psikososial periode Agustus–September 2026 dan kembali ke Yogyakarta.
Wahyu selanjutnya dijadwalkan kembali bertugas pada (5/10/26) untuk menjalankan layanan debriefing bagi para relawan.
Ketua PMI Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, mengatakan mobilisasi personel tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PMI Bantul dalam mendukung operasi kemanusiaan PMI di wilayah terdampak bencana.
“Mobilisasi personel merupakan bentuk kontribusi PMI Bantul dalam mendukung operasi kemanusiaan PMI untuk masyarakat terdampak bencana. Setiap personel yang diberangkatkan membawa amanah kemanusiaan,” ujar Agus.
Menurutnya, para personel tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan kompetensi masing-masing, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PMI untuk hadir dan mendampingi masyarakat yang tengah menghadapi situasi pascabencana.
Keberangkatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi sekaligus kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki PMI Kabupaten Bantul.
Dengan mobilisasi tersebut, PMI Bantul telah mengirimkan lima personel untuk mendukung respons kemanusiaan akibat gempa bumi di NTT, baik melalui layanan kesehatan dasar darurat maupun dukungan psikososial.
Selain mengirimkan tenaga kemanusiaan, PMI Kabupaten Bantul juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi melalui donasi kemanusiaan.
Dukungan dari masyarakat nantinya menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
PMI Bantul mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi warga NTT.
Setiap dukungan yang diberikan, baik melalui tenaga, perhatian maupun donasi, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat terdampak untuk kembali bangkit dan memulihkan kehidupan mereka setelah bencana. (Aga)















