JABAROKENEWS.COM, Sleman – Kebakaran hebat melanda bangunan Transhome di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalitirto, Berbah, Sleman, Kamis siang, dua orang meninggal dunia hingga siang hari di lokasi.
Api berkobar sekitar pukul 12.30 WIB dan membuat seluruh bangunan tiga lantai serta satu basement terdampak kebakaran cukup parah hingga kondisi bangunan terkendali.
Petugas gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman, pendinginan, evakuasi, pengamanan lokasi, serta penanganan korban setelah api diketahui membesar setelah api membesar tiba-tiba di lokasi kejadian.
Unsur pemadam kebakaran, kepolisian, Basarnas, tenaga medis, relawan, dan unsur terkait dikerahkan menghadapi kobaran api di lokasi kejadian tersebut di sekitar lokasi kejadian.
Penanganan dilakukan secara terpadu untuk memastikan api benar-benar terkendali sekaligus mencegah munculnya kembali titik panas di bangunan tersebut setelah api berhasil dikendalikan di lokasi.
Dua korban dilaporkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran yang melanda bangunan Transhome tersebut pada Kamis siang kemarin dalam kejadian tragis tersebut di lokasi kejadian.
Korban pertama berinisial Ny. S, perempuan berusia 42 tahun, warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, berdasarkan data penanganan petugas yang diketahui berada di Sleman di lokasi.
Korban kedua yakni Sdri. WND, perempuan berusia 20 tahun, warga Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, juga meninggal dunia dalam musibah kebakaran tersebut di lokasi kejadian.
Selain dua korban meninggal, terdapat korban lain yang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat setelah proses evakuasi berlangsung di lokasi kejadian.
Informasi mengenai korban luka masih menjadi bagian penanganan petugas, sementara kondisi korban selanjutnya menunggu pendataan dan keterangan resmi dari lokasi kejadian tersebut di lokasi.
Besarnya kobaran api membuat bangunan Transhome terdampak luas, mencakup tiga lantai sekaligus area basement yang berada di bagian bawah setelah api meluas dengan cepat.
Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah, mencakup barang, perlengkapan bangunan, serta sejumlah sepeda motor karyawan dalam peristiwa kebakaran tersebut di lokasi kejadian.
Namun, angka kerugian tersebut masih sementara karena petugas dan pihak terkait masih melakukan pendataan seluruh aset terdampak secara bertahap oleh petugas terkait di lokasi.
Sejumlah sepeda motor milik karyawan turut terbakar dalam kejadian tersebut sehingga menambah nilai kerugian akibat kebakaran besar ini dalam peristiwa kebakaran itu di lokasi.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dipastikan karena petugas masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian di lokasi hingga proses penyelidikan berlangsung di lokasi kejadian.
Petugas melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara untuk mencari titik awal munculnya api serta mengetahui penyebab kebakaran sejak penanganan dimulai petugas di lokasi.
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga dilakukan untuk mengumpulkan informasi penting mengenai kondisi sebelum kebakaran terjadi pada Kamis siang sebelum memberikan keterangan lebih lanjut di lokasi kejadian.
Petugas turut mengecek rekaman CCTV sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk menelusuri kronologi dan kemungkinan titik awal api dari lokasi kejadian tersebut di lokasi.
Seluruh informasi tersebut masih didalami, sehingga penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan sebelum proses pemeriksaan selesai dilakukan petugas hingga seluruh fakta terkumpul lengkap secara menyeluruh di lokasi.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin berembus cukup kencang secara serius sejak kejadian berlangsung segera.
Petugas juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang berpotensi memicu api di sekitar bangunan saat kondisi cuaca mendukung api segera.
Instalasi listrik dan berbagai peralatan yang menghasilkan panas diminta dipastikan berada dalam kondisi aman sebelum digunakan masyarakat yang dapat memperbesar kobaran api di lokasi.
Langkah pencegahan tersebut penting dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya api, terutama pada bangunan dengan aktivitas dan peralatan beragam sebelum meninggalkan lokasi bangunan di sekitar.
Apabila warga melihat sumber api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas terkait dan lingkungan sekitar bangunan di lokasi.
Musibah Transhome menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan, pemeriksaan instalasi, serta respons cepat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas kembali secara bersama sama kepada petugas di lokasi.(waw)















