Duka Bagi Warga DIY: Gandung Pardiman Wafat, Dedikasi Perjuangannya Tak Tergantikan

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jogja – Kabar duka menyelimuti Yogyakarta setelah politikus senior Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI, Drs. H.M. Gandung Pardiman, M.M., meninggal dunia Selasa (27/10/2026).
‎
‎Gandung Pardiman mengembuskan napas terakhir di RS Panti Rapih Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Gunungkidul dan berbagai kalangan yang mengenal perjuangan politiknya.
‎
‎Semasa hidup, Gandung dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Pengabdiannya menjadi bagian penting perjalanan politik dan pembangunan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
‎
‎Lahir di Bantul pada 25 Februari 1953, Gandung merintis perjalanan hidupnya dari bawah. Ia tumbuh melalui proses panjang sebelum menjadi politikus berpengaruh.
‎
‎Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Gandung mengawali pengabdian sebagai tenaga pendidik. Ia kemudian dipercaya menjadi kepala sekolah hingga dosen, membangun pengalaman bersama masyarakat.
‎
‎Perjalanan tersebut membentuk karakter Gandung yang dekat dengan kehidupan rakyat. Pengalaman di bidang pendidikan menjadi salah satu bekal penting dalam menjalankan pengabdian politiknya.
‎
‎Karier politik Gandung dimulai melalui Partai Golkar. Ia pernah menjabat Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul sebelum melanjutkan kiprahnya dalam kepemimpinan organisasi tingkat provinsi.
‎
‎Kepercayaan partai kemudian mengantarkannya memimpin DPD Golkar DIY. Posisi tersebut memperkuat perannya dalam dinamika politik Yogyakarta sekaligus memperluas ruang perjuangan aspirasi masyarakat.
‎
‎Gandung juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRD DIY periode 2004–2009. Pengalaman legislatif daerah itu menjadi bagian penting perjalanan panjangnya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
‎
‎Kariernya berlanjut ke tingkat nasional ketika dipercaya menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DIY. Ia menjalankan amanah tersebut hingga periode 2024–2029.
‎
‎Sebagai legislator, Gandung membawa pengalaman panjang berinteraksi dengan masyarakat. Perjalanan hidupnya menjadi pengingat bahwa pengabdian politik membutuhkan ketekunan, keberanian, serta kesetiaan terhadap aspirasi rakyat.
‎
‎Bagi masyarakat Gunungkidul, Gandung bukan sekadar politikus senior. Namanya melekat pada perjalanan panjang pengabdian seorang tokoh yang meniti karier dari dunia pendidikan menuju parlemen nasional.
‎
‎Kini, perjalanan pengabdian tersebut telah berakhir. Kepergian Gandung meninggalkan ruang kehilangan bagi keluarga, sahabat, rekan seperjuangan, serta masyarakat yang mengikuti kiprahnya selama puluhan tahun.
‎
‎Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Dukuh Kerjo II, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Keluarga dan pelayat berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
‎
‎Rencananya, Gandung Pardiman akan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Selasa sore, pukul 17.00 WIB. Prosesi pemakaman menjadi momen perpisahan bagi keluarga dan para pelayat.
‎
‎Kepergian tokoh senior ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya meneruskan semangat pengabdian kepada masyarakat. Perjuangan membela kepentingan rakyat membutuhkan komitmen lintas generasi.
‎
‎Meski telah berpulang, rekam jejak Gandung tetap menjadi bagian dari sejarah politik Yogyakarta. Perjalanan dari tenaga pendidik hingga anggota DPR RI mencerminkan ketekunan panjang.
‎
‎Doa dan penghormatan mengiringi kepergian almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilaf, serta menempatkannya dalam keadaan husnul khatimah.
‎
‎Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan menghadapi kehilangan. Dukungan serta doa dari berbagai kalangan diharapkan menjadi penguat dalam masa berduka.
‎
‎Selamat jalan, Gandung Pardiman. Jejak pengabdian dan perjuanganmu untuk wong cilik akan terus dikenang masyarakat Yogyakarta. Al-Fatihah, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.(waw)

Berita Terkait

Polda DIY Sosialisasi Paradigma KUHP Baru, Pamong Condongcatur Siap Terapkan Keadilan Restoratif
Derap Kuda Kepang Menggema Lagi, Kudho Satrio Soropadan Resmi Unjuk Gigi Usai Vakum 11 Tahun
Gandeng Masyarakat Gunungkidul, UWM dan UMBY Optimalkan Pengolahan Komoditas Rempah
Soroti Ketepatan Sasaran Bansos Lansia, Susanto Dwi Antoro Minta Pemkot Sinkronkan Data Desil
Perkuat Kapasitas Organisasi, GP Ansor Ngaglik Gelar Pelatihan Kepemimpinan Kader
Jaga Kondusivitas Akademik, STAK Teruna Bhakti Yogyakarta Serukan Aksi Damai dan Tolak Provokasi
Perkuat Persatuan dan Kesehatan: Semarak Warga Gunung Mojo Sambut Hari Sumpah Pemuda
Hadiri Jogja Annual Art Market #18, Ganjar Pranowo Soroti Peran Seniman di Era AI

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Polda DIY Sosialisasi Paradigma KUHP Baru, Pamong Condongcatur Siap Terapkan Keadilan Restoratif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Derap Kuda Kepang Menggema Lagi, Kudho Satrio Soropadan Resmi Unjuk Gigi Usai Vakum 11 Tahun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Masyarakat Gunungkidul, UWM dan UMBY Optimalkan Pengolahan Komoditas Rempah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Duka Bagi Warga DIY: Gandung Pardiman Wafat, Dedikasi Perjuangannya Tak Tergantikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Soroti Ketepatan Sasaran Bansos Lansia, Susanto Dwi Antoro Minta Pemkot Sinkronkan Data Desil

Berita Terbaru