Kemendagri Ingatkan Pemda Aceh-Sumut Pentingnya Koordinasi Sukseskan PON XXI 2024

Kamis, 12 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Jakarta, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) Aceh-Sumatera Utara (Sumut) pentingnya koordinasi untuk menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Horas Maurits Panjaitan menegaskan, Pemda memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan PON XXI 2024. Hal ini disampaikannya dalam rapat tindak lanjut hasil rapat terbatas pembahasan persiapan penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang berlangsung di Hotel Kimaya Slipi, Jakarta, Kamis (12/10/2023).

“Upaya ini penting dan strategis, karenanya rapat ini penting dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat tanggal 10 Oktober 2023 kemarin dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Bapak Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri diserahkan kepada kami merasionalisasi dan melihat efisiensi anggaran. Penganggaran baik dari sisi biaya persiapan maupun penyelenggaraan,” jelas Maurits.

Maurits menyampaikan, kesiapan pesta olahraga PON XXI yang diselenggarakan di dua wilayah yakni Aceh-Sumut ini harus terus dioptimalkan. Strategi yang dilakukan dengan membangun penyamaan persepsi dan koordinasi antarlembaga khususnya masalah teknis yang harus diefisiensikan menjelang PON XXI 2024.

“Fokus yang kami garis bawahi adalah di bidang akomodasi, perlengkapan, transportasi, peralatan, dan juga konsumsi. Walaupun kemarin sudah ada alternatif yang disampaikan bahwa sudah 50 persen dalam hal ini daerah akan membiayai semua konsumsi dan transportasi bukan seluruhnya tapi 50 persen, artinya ini menjadi berkurang,” tegas Maurits.

Selain itu, Maurits menekankan, seluruh fasilitas olahraga dan pendukung harus sudah siap, karena waktu pelaksanaannya sudah semakin dekat. “Yang harus dipastikan tidak lagi ada yang namanya di saat evaluasi fasilitas dan pendukung pada pertandingan ini ada yang kurang. Karena kalau kurang biaya harus disusun lagi,” kata Maurits.

Dirinya mengatakan, terdapat sejumlah poin yang disepakati dari rapat tersebut. Hal itu di antaranya, penyusunan rencana kegiatan dibuat secara detail, sehingga lebih jelas dan transparan serta mudah untuk dirasionalisasi. Berikutnya, akan dilakukan efisiensi dan rasionalisasi awal anggaran dari usulan sebelumnya oleh masing-masing bidang Panitia Besar (PB) PON Sumut dan Aceh. Selanjutnya, format rincian anggaran telah dibuat pada saat rapat sesuai dengan template yang telah disusun dan disepakati bersama peserta rapat.

Lebih lanjut, hasil rapat lainnya yakni akan dilakukan pertemuan lanjutan dengan melibatkan 16 bidang pelaksana PB PON. Maurits menambahkan, pertemuan tersebut untuk mengevaluasi rincian yang telah disusun dengan melibatkan BPKP perwakilan provinsi masing-masing beserta inspektorat di daerah yakni Aceh dan Sumut.

“Pertemuan dirangkaikan dengan kunjungan lapangan untuk melihat progres persiapan pembangunan venue khususnya pada cabang olahraga yang strategis. Hal tersebut sekaligus mengecek kesiapan fasilitas pendukung venue dan kemungkinan untuk tidak mempertandingkan cabang olahraga yang kurang berprestasi,” tutur Maurits.

Sebagi informasi, hadir dalam acara tersebut jajaran pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuda Kemendagri, Wakil Ketua Umum I Koni, Kadispora Provinsi Sumut, Kadispora Pemerintah Aceh, Kadis Tarukim Aceh, dan Kepala Biro ULP Aceh.(wan)

Berita Terkait

Pesta Olahraga Asah Otak Nasional: Banten Jamu 963 Atlet Terbaik pada Kejurnas Catur 2026
Bukan Sekadar Organisasi Sosial: Kemendagri Dorong Karang Taruna Jadi Motor Perekonomian dan Pembangunan Nasional
Selaras Kebijakan Pusat, Gubernur Banten Andra Soni Komitmen Perluas Akses Perbankan Masyarakat
Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Wamendagri Bima Arya Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal
Aturan Harus Jadi Solusi, Sekjen Kemendagri Tegaskan Regulasi Daerah Wajib Ramah Pelayanan dan Bebas Pungli
Perkuat Soliditas Pemerintahan, Mendagri Tito Hadiri Sidang Kabinet Paripurna Pembahasan Arahan Presiden
Jadi Garda Terdepan Kesehatan, Ketum TP Posyandu Dorong Apresiasi Kader dan Penguatan Hak Anak
Hemat Pelesiran ke Jogja: Cara Naik Kereta Api Rute Jakarta–Jogja Cuma Rp82 Ribu

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Pesta Olahraga Asah Otak Nasional: Banten Jamu 963 Atlet Terbaik pada Kejurnas Catur 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Bukan Sekadar Organisasi Sosial: Kemendagri Dorong Karang Taruna Jadi Motor Perekonomian dan Pembangunan Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Selaras Kebijakan Pusat, Gubernur Banten Andra Soni Komitmen Perluas Akses Perbankan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Wamendagri Bima Arya Dorong Inovasi Berbasis Potensi Lokal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Aturan Harus Jadi Solusi, Sekjen Kemendagri Tegaskan Regulasi Daerah Wajib Ramah Pelayanan dan Bebas Pungli

Berita Terbaru