Di Rakor Pj. Kepala Daerah, Mendagri Terus Ingatkan Pemda Segera Selesaikan NPHD

Jumat, 17 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKE.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terus mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk segera menyelesaikan pengesahan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dalam mendukung kelancaran Pilkada Serentak 2024. Menurut data yang dikantonginya sampai hari ini, dari 204 orang penjabat (Pj.) kepala daerah, baru 92 orang yang telah menandatangani NPHD. Untuk itu, dia meminta peran proaktif dari para Pj. kepala daerah agar segera menuntaskan NPHD.

“Mungkin [ada] yang sudah mengajukan [NPHD] tapi belum ketemu besaran kesepakatannya. Ada yang sudah kesepakatan besaran, tapi belum tanda tangan. Intinya, tolong masalah NPHD segera di-follow up teman-teman (Penjabat),” katanya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penjabat (Pj.) Kepala Daerah dalam Rangka Menjamin Netralitas ASN dalam Menghadapi Tahun Politik secara virtual, Jumat (17/11/2023).

Mendagri mengingatkan para Pj. kepala daerah agar segera mengoordinasikan kebutuhan jumlah anggaran Pilkada yang dibutuhkan dari masing-masing stakeholder terkait. Apabila telah setuju, diminta agar secepatnya melakukan penandatanganan NPHD secara serentak bersama Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah, TNI/Polri, dan pihak terkait.

“Temuan saya kemarin, ada yang sudah penandatanganan [NPHD] dengan KPUD, ada yang belum. Ada juga yang sama sekali belum dengan Bawaslu daerah, dan TNI/Polri rata-rata belum,” terangnya.

Apalagi sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran Pilkada Serentak 2024, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 900.1.9.1/435/SJ tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.

Dalam SE itu juga dijelaskan, penyediaan dana hibah kegiatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota wajib dianggarkan pada Tahun Anggaran (TA) 2023 sebesar 40 persen, dan TA 2024 dianggarkan sebesar 60 persen dari besaran total dana hibah yang disepakati bersama.

“Setelah NPHD ditandatangani, saya sudah sampaikan dalam SE itu, 40 persen anggaran untuk penyelenggaraan itu diambil dari APBD Tahun 2023, dan 60 persennya dari APBD Tahun 2024. Tujuannya karena nanti daerah-daerah yang kapasitas fiskalnya rendah karena PAD-nya memang kecil akan berat sekali membiayai 100 persen di tahun 2024,” ungkapnya.

Selain itu, porsi 40 persen dan 60 persen di tahun yang berbeda itu tujuannya untuk menjamin anggaran program-program penting lainnya tidak terganggu. Misalnya, anggaran untuk belanja pegawai dan untuk pendanaan urusan wajib lainnya seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penanganan sampah yang tidak mungkin ditunda.(wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Di Sesko AU, Wamendagri Bima Arya Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional
Mendagri Dorong Percepatan Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan
Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penanganan TBC di Sidoarjo
Wamendagri Bima Arya: SP4N-LAPOR! Harus Jadi Kanal Efektif Perbaiki Pelayanan Publik
Eliminasi TBC, Wamendagri Wiyagus Dorong Penguatan Upaya hingga Daerah
Talenta Vokasi Indonesia Ukir Prestasi di WSC Shanghai 2026, Raih 9 Penghargaan
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Kinerja Sejumlah Pemda Papua di Tingkat Nasional
Tutup Latsarmil Komcad ASN K/L, Mendagri Dorong Penguatan Bela Negara dan Profesionalitas

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:52 WIB

Di Sesko AU, Wamendagri Bima Arya Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 30 September 2026 - 07:52 WIB

Mendagri Dorong Percepatan Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan

Rabu, 30 September 2026 - 07:44 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penanganan TBC di Sidoarjo

Selasa, 29 September 2026 - 20:01 WIB

Wamendagri Bima Arya: SP4N-LAPOR! Harus Jadi Kanal Efektif Perbaiki Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 19:00 WIB

Eliminasi TBC, Wamendagri Wiyagus Dorong Penguatan Upaya hingga Daerah

Berita Terbaru

Bandung

Percepat RDTR, Pemkab Bandung Perkuat Iklim Investasi

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:44 WIB