Sinergi Pemerintah dan TNI dalam Pembangunan Laboratorium Pupuk Organik Yogyakarta

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Jogja – Kota Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah organik.
‎
‎Melalui pembangunan Laboratorium Pupuk Organik di Kelurahan Tegalrejo, pemerintah kota berupaya menciptakan solusi berkelanjutan.
‎
‎“Proses pengerjaan kami targetkan selesai dalam tiga minggu,” ujar anggota DPRD Komisi B Kota Yogyakarta, Krisnadi Setyawan.
‎
‎Ia menegaskan, laboratorium ini nantinya akan menjadi sumber pemasok hasil olahan pupuk organik sekaligus pusat edukasi masyarakat.
‎
‎Selain itu, pemerintah berkolaborasi dengan TNI dalam tahap pematangan lahan dan pembangunan akses jalan utama untuk memperlancar distribusi material.
‎
‎“Kami dari TNI tidak hanya mendampingi, tapi juga ikut terjun langsung di lapangan,” tegas Komandan Kodim (Dandim) 0734/Kota Yogyakarta Arif Setiyono.
‎
‎Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor ini merupakan bukti nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang sedang digalakkan Presiden.
‎
‎Laboratorium seluas 8.000 meter persegi di atas lahan milik Pemkot Yogyakarta ini akan menggunakan metode BioWell dengan bioaktivator khusus.
‎
‎Tak hanya itu, tempat ini juga dimanfaatkan untuk budidaya magot dan cacing bernilai ekonomi tinggi.
‎
‎“Cacing segar kini mencapai Rp160.000 per kilogram, sedangkan tanah bekas cacingnya bisa mencapai Rp80.000 per karung,” jelas Penyuluh Pertanian Kota Yogyakarta, Eka Yulianta.
‎
‎Targetnya, empat bulan pertama laboratorium ini mampu menyerap hingga 60 ton sampah organik basah setiap bulan.
‎
‎“Kalau tanah pertanian bisa produktif dan menghasilkan PAD, maka di tahun kedua manfaat ekonominya sudah kembali ke pemerintah,” ungkapnya optimistis.
‎
‎Ia menegaskan, keberadaan laboratorium ini bukan hanya untuk mengolah sampah, tetapi juga mengubah paradigma masyarakat tentang nilai ekonomi dari limbah organik menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.(waw)

Berita Terkait

Dugaan Pungli dan Pemerasan Bolosego, Polresta Yogyakarta Buka Hasil Penyelidikan
Prime UMY Hotel Rayakan Milad ke-2 Bersama Masyarakat Lewat Donor Darah dan Cek Kesehatan
Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri
Kemenpar Jadikan Gastronomi sebagai Penggerak Pariwisata Berkualitas Indonesia
Pakar Ekonomi UMY Soroti Risiko Fiskal Pengelolaan Utang Whoosh oleh Kemenkeu
Pakar UMY Ungkap Celah Tata Kelola di Balik Kasus Korupsi Pertanahan
Lintasi Dua Era Presiden, Masa Kepemimpinan Sigit di Polri Berakhir
KAWAL Indonesia Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik di Hari Batik Nasional

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Prime UMY Hotel Rayakan Milad ke-2 Bersama Masyarakat Lewat Donor Darah dan Cek Kesehatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Kemenpar Jadikan Gastronomi sebagai Penggerak Pariwisata Berkualitas Indonesia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pakar Ekonomi UMY Soroti Risiko Fiskal Pengelolaan Utang Whoosh oleh Kemenkeu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Pakar UMY Ungkap Celah Tata Kelola di Balik Kasus Korupsi Pertanahan

Berita Terbaru