Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri Tito Karnavian Tekankan Intervensi Berbasis Data

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kebut verifikasi lanjutan terkait kondisi terkini pascabencana di 52 kabupaten/kota se-wilayah Sumatra. Verifikasi tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menunjuk langsung Mendagri Tito sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) untuk pemulihan tersebut.

“Rapat ini adalah untuk kita melakukan pengecekan tentang daerah-daerah yang mana yang sudah mendekati normal, daerah mana yang belum normal, sehingga perlu memberikan, kita berikan atensi, artinya yang belum normal ini ya kita akan garap,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi dengan agenda Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pascabencana di Wilayah Sumatra secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dalam rapat itu, sebanyak 52 kepala daerah atau pejabat terkait melaporkan kepada Mendagri kondisi terkini di daerah masing-masing. Hal itu meliputi aktivasi penyelenggaraan pemerintahan, data kerusakan infrastruktur pendidikan, akses, hingga kondisi ekonomi.

Mendagri menekankan, saat ini pemerintah dengan melibatkan kementerian/lembaga, serta pihak terkait lainnya terus bekerja keras melakukan pemulihan pascabencana. Melalui data yang diperoleh pada rapat ini, tambah dia, pemerintah akan melakukan intervensi melalui langkah-langkah teknis. Setidaknya, terdapat tiga klasifikasi kondisi daerah, di antaranya normal, mendekati normal, dan belum normal.

“Saya berusaha untuk melihat, mencoba untuk membuat semacam patokan, benchmark tentang normality, normalitas. Normalitas ini ada diukur dari pemerintahan serta situasi masyarakat,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat lima variabel dalam mengukur normalitas suatu daerah pascabencana. Hal ini meliputi lancarnya penyelenggaraan pemerintahan, layanan publik yang berlangsung normal, akses jalan yang dapat dilalui masyarakat, geliat perekonomian masyarakat, serta rumah ibadah yang dapat difungsikan dengan baik.

Mendagri menambahkan, selain menjadi acuan strategi pemulihan, data ini juga akan disampaikan kepada jajaran kementerian/lembaga terkait pada rapat lanjutan yang akan digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Rapat itu direncanakan bakal dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta jajaran Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI.

“Kita betul-betul bekerja berbasis data. Ini nanti akan menentukan di mana nanti Satgas ini kekuatannya akan dibawa ke mana. Mana [daerah] yang hanya tinggal dipoles, dibantu, nggak terlalu berat, mana yang kira-kira semua kekuatan akan kita tumpahkan ke situ, kira-kira gitu,” tandasnya.

Turut hadir pada rapat tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta jajaran pejabat di lingkungan BPS dan Kemendagri. Hadir pula secara virtual, Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua Satgas, jajaran kepala daerah dan pejabat terkait di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda
TP PKK Jadi Penggerak Kebersihan Lingkungan dan Penanganan Persoalan Sampah
Wamendagri Wiyagus: Kendalikan TB untuk Lindungi Produktivitas dan Ekonomi Keluarga
Kemendagri Tekankan Penguatan Kepemimpinan dan Pelayanan dalam Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Kemendagri Tekankan Peran Pemda dalam Mengoptimalkan Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Kemendagri Dorong Optimalisasi Sumber Pembiayaan TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda
Wamendagri Wiyagus Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Penanganan TB di Banjar
Perkuat Pembangunan Daerah, Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Didorong Terintegrasi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda

Selasa, 22 September 2026 - 18:09 WIB

TP PKK Jadi Penggerak Kebersihan Lingkungan dan Penanganan Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 15:36 WIB

Wamendagri Wiyagus: Kendalikan TB untuk Lindungi Produktivitas dan Ekonomi Keluarga

Selasa, 22 September 2026 - 12:59 WIB

Kemendagri Tekankan Penguatan Kepemimpinan dan Pelayanan dalam Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Selasa, 22 September 2026 - 12:52 WIB

Kemendagri Tekankan Peran Pemda dalam Mengoptimalkan Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Berita Terbaru