JABAROKENEWS.COM, Sleman — Sleman Creative Weeks 2026 kembali hadir membawa tema Living Shared Culture, mengajak masyarakat menghidupkan kebudayaan melalui ruang bersama, interaksi, pengalaman, dan kolaborasi warga Sleman.
Festival lintas disiplin ini mempertemukan seni, budaya, komunitas, masyarakat, serta ekosistem kreatif dalam rangkaian kegiatan yang menempatkan partisipasi sebagai kekuatan utama dalam festival ini.
SCW 2026 merangkai empat gagasan utama, yakni Shared Space, Shared Gesture, Shared Story, dan Shared Screen sebagai benang merah perayaan kebudayaan tahun ini bersama.
Shared Space dihadirkan melalui Sleman Kite Festival, menghidupkan ruang masyarakat sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan dan perubahan iklim bagi masyarakat secara partisipatif terbuka.
Melalui festival layang-layang tersebut, masyarakat diajak bertemu, berbagi pengalaman, sekaligus membangun kesadaran bahwa kebudayaan dan lingkungan dapat dirawat bersama secara berkelanjutan oleh masyarakat Sleman.
Shared Gesture hadir lewat Bedog Arts Festival, menghadirkan pengalaman tubuh, gerak, serta relasi manusia dengan lingkungan melalui praktik seni partisipatif bagi masyarakat secara terbuka.
BAF: Sambung Penumbra menjadi bagian penting, menghadirkan pengalaman artistik yang mempertemukan manusia, ruang, gerak, dan lingkungan melalui perjumpaan lintas praktik seni yang kolaboratif bersama.
Shared Story membuka ruang pertukaran cerita dan imajinasi melalui Pesta Boneka, yang tahun ini menghadirkan peserta dari berbagai negara di dunia secara lintas budaya.
Pesta Boneka 2026 diikuti 33 grup dari 23 negara, mempertemukan seniman Australia, Finlandia, Prancis, Jerman, Iran, Italia, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Taiwan, dan lainnya.
Peserta lainnya berasal dari Selandia Baru, Palestina, Filipina, Polandia, Serbia, Singapura, Spanyol, Swedia, Taiwan, Thailand, Belanda, Inggris, dan Vietnam dalam rangkaian Pesta Boneka tersebut.
Ragam negara tersebut memperlihatkan bagaimana cerita, imajinasi, dan seni pertunjukan mampu melampaui batas geografis untuk mempertemukan manusia dalam pengalaman bersama lintas budaya antargenerasi bersama.
Shared Screen menggunakan film sebagai medium melihat kehidupan melalui beragam perspektif, sekaligus membuka ruang dialog tentang pengalaman manusia dalam keseharian masyarakat dalam perspektif bersama.
Sinergi Sinema Sleman menjadi wadah gagasan tersebut, dengan film ditempatkan sebagai medium perjumpaan, refleksi, dan pertukaran pandangan masyarakat secara terbuka dan inklusif bagi masyarakat.
“Living Shared Culture” menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar sesuatu yang dipertontonkan, melainkan bagian kehidupan yang terus tumbuh melalui interaksi dan partisipasi masyarakat yang dinamis.
“Kebudayaan akan terus hidup ketika masyarakat memiliki ruang untuk bertemu, berbagi cerita, bergerak bersama, dan menciptakan pengalaman baru,” demikian gagasan SCW di ruang publik.
Karena itu, SCW 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan lintas praktik seni, budaya, komunitas, dan masyarakat di Kabupaten Sleman secara terbuka, kolaboratif, dan partisipatif bersama.
SCW mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut belajar, berdialog, berkolaborasi, dan merayakan kebudayaan melalui pengalaman bersama yang bermakna di ruang budaya bersama.
Dalam konteks Sleman, kebudayaan dipandang bukan hanya warisan masa lalu, melainkan bagian kehidupan yang berkembang melalui partisipasi masyarakat dan kreativitas generasi muda secara aktif.
“Keterbukaan terhadap berbagai gagasan menjadi bagian penting,” karena ekosistem budaya membutuhkan ruang dialog, kolaborasi, serta kesempatan masyarakat menciptakan pengalaman bersama secara terbuka dan partisipatif.
Nilai keberlanjutan juga diperkuat melalui Sleman Kite Festival, terutama dengan mengangkat isu lingkungan dan perubahan iklim sebagai bagian pesan kebudayaan yang bertanggung jawab bersama.
“Penyelenggaraan kegiatan diarahkan lebih ramah lingkungan,” antara lain mengurangi dan menghindari plastik sekali pakai serta mengajak masyarakat bertanggung jawab menjaga lingkungan bersama secara berkelanjutan.
SCW merupakan festival lintas disiplin yang mengintegrasikan seni, budaya, dan ekonomi kreatif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku seni, komunitas, serta ekosistem kreatif Sleman secara berkelanjutan.
Pelaksanaan SCW 2026 didukung Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat pengembangan kebudayaan yang melibatkan masyarakat serta mendukung keberlanjutan ekosistem seni dan budaya Sleman.(waw)















