Yayasan Bangun Jaya Pastikan Perbaikan Menu MBG dan Seleksi Supplier Lebih Ketat
JABAROKENEWS.COM, Pandeglang – Maraknya pemberitaan di beberapa media sosial dan media online terkain keluhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di sajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga tidak sesuai standar pemenuhan gizi pada Jumat (06/02/2026).
Pasalnya, menu MBG yang di distribusikan ke siswa hanya berisi empat jenis makanan kering saja. Diantaranya, satu kue donat, susu kotak, sebungkus biskuit, dan satu jeruk.
Dari hasil investigasi wartawan di lapangan pada jumat (06/02/2026) terlihat menu yang di sajikan dapur SPPG hanya empat jenis makanan ringan saja.
Ketika disabangi awak media ke dapur MBG Pandeglang I Anggell, kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat dikonfirmasi terkait menu yang di distribusikan ke sekolah-sekolah tersebut menjelaskan,”benar soalnya terkait hal itu, dari beberapa dapur diberikan pada hari Jumat untuk di makan hari Sabtu, memang biasanya pula ada empat jenis makanan yang ada di gambar itu memang ada empat jenis,”jelas Anggell pada wartawan (09/02/2026).
Anggell melanjutkan,” permasalahan tersebut emang betul ada di donatnya, soalnya yang di terima kami tidak sesuai dengan apa yang kami PO, sempel yang di terima tidak sesuai apa yang dikirim,”ujarnya.
Ia menambahkan rotinya juga datang jam tiga pagi dan bertahap sampai jam enam, jadi kita dari pihak dapur pun kebingungan untuk mencari pengganti karena jam 8 sudah harus di distribusikan,”akhirnya kami memutuskan untuk mengirim saja terlebih dahulu,”paparnya.
Mungkin di kemudian hari akan menjadi evaluasi untuk dapur dan untuk pemilihan suplayer dari donat maupun dari buah-buahan yang lainya,”yang naik berita terkait jenis- jenis makanan hanya keringan seperti biskuit sebenarnya, itu penggati dari telur itu juga sudah di ambil proteinnya dari telur,”ucapnya.
Ketua yayasan bangun jaya bersama mitra. Muhlisin memastikan ,” tidak akan memakai suplayer yang seperti itu, dan kami juga akan terus memantau sajian menu yang akan disalurkan menjadi lebih baik.
Jadi kedepanya kita akan memperbaiki supaya kedepanya jangan sampai terulang kembali seperti ini. (Denni)

