Puluhan Relawan Bersihkan Kelenteng, Wujud Solidaritas Kemanusiaan di Jogja

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Jogja – Puluhan relawan dari komunitas SATSET Indonesia dan Foreder memadati Kelenteng Fuk Ling Miau di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Kamis (12/2/2026).
‎
‎Mereka datang bukan untuk beribadah, melainkan membawa sapu, lap, dan peralatan kebersihan.
‎
‎Dengan sigap, mereka menyisir halaman hingga sudut-sudut bangunan kelenteng menjelang perayaan Imlek 2026.
‎
‎Setelah membersihkan area luar, para relawan bergerak ke dalam. Mereka mengelap lantai, membersihkan altar, hingga patung-patung dewa yang menjadi simbol peribadatan.
‎
‎Koordinator aksi, Swastika Tri Purwanto, menegaskan kegiatan itu melibatkan beragam komunitas, termasuk lintas iman.
‎
‎“Kita menjaga toleransi. Kita melihat bahwa kondisi kelenteng masih bisa kita bersihkan bareng-bareng,” kata Swastika.
‎
‎Menurut Swastika, menjelang Imlek menjadi momentum untuk merawat kebersamaan antar warga.
‎
‎Ia menyebut aksi bersih-bersih itu bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga wujud solidaritas kemanusiaan.
‎
‎“Ini tahun kedua kami membantu teman-teman untuk membersihkan kelenteng. Semua orang saudara dalam kemanusiaan,” ujarnya.
‎
‎Salah seorang relawan, Andriyani, mengaku sudah dua kali terlibat dalam kegiatan serupa.
‎
‎Sebagai seorang Muslim, ia merasa tak ada sekat untuk berbuat baik.
‎
‎“Saya ikut membantu karena merasa sebagai saudara, sama-sama warga Jogja,” kata perempuan asal Kabupaten Bantul itu.
‎
‎Baginya, toleransi bukan hanya slogan, melainkan tindakan nyata yang dimulai dari hal sederhana: membersihkan rumah ibadah bersama.
‎
‎Ketua Yayasan Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan, Angling Wijaya—akrab disapa Ang Ping Siang—mengatakan persiapan Imlek dilakukan secara bertahap.
‎
‎“Kami melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah untuk menyambut Imlek 2026. Semua dipersiapkan agar umat bisa berdoa dengan khusyuk,” ujar Ang Ping Siang kepada awak media, Kamis (12/2/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, pengurus klenteng bersama masyarakat lintas agama turut bergotong royong membersihkan area rumah ibadah dan patung-patung suci.
‎
‎Dari ratusan duplikat patung yang tersimpan, hanya 23 dewa dan dewi yang dihadirkan di altar utama.
‎
‎“Pembersihan menggunakan air suci yang dicampur bunga mawar. Ini simbol penyucian lahir dan batin,” katanya.
‎
‎Selain dimandikan, busana patung dewa dan dewi juga diganti dengan kain baru. Ang Ping Siang menyebut kain lama tidak dibuang begitu saja.
‎

(waw)

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81, TNI dan Rakyat Bersatu dalam Pagelaran Wayang Kulit
Gebyar Batik Sleman 2026 Hadir, Produk IKM Dapat Diskon hingga 50 Persen
Ruang Masyarakat Ketemu 2026 Hadir, Warisan Budaya Didorong Lebih Dekat dengan Generasi Muda
Fragments in Bloom Hadir di GRAMM HOTEL by Ambarrukmo Yogyakarta
Perkara Syarat Pendidikan Gibran di MK Bukan Sekadar Soal Dokumen Pendidikan
Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres
Masuk Jalur KA Aktif di Stasiun Maguwo, ODGJ Diamankan Petugas
Kekeringan Melanda Gunungkidul, Warga Desa Warak dan Ngrenengan Terima Bantuan Air

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Semarak HUT ke-81, TNI dan Rakyat Bersatu dalam Pagelaran Wayang Kulit

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Gebyar Batik Sleman 2026 Hadir, Produk IKM Dapat Diskon hingga 50 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Fragments in Bloom Hadir di GRAMM HOTEL by Ambarrukmo Yogyakarta

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Perkara Syarat Pendidikan Gibran di MK Bukan Sekadar Soal Dokumen Pendidikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres

Berita Terbaru