Kemarau Panjang, Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca dan Pompanisasi Jaga Produksi Pangan
JABAROKENEWS.COM, Boyolali — Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, guna menjaga ketahanan pangan nasional tetap stabil.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan salah satu strategi utama adalah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, khususnya di wilayah hulu bendungan. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan curah hujan agar pasokan air ke bendungan tetap terjaga.
“Operasi modifikasi cuaca dilakukan agar wilayah hulu bendungan mendapatkan hujan, sehingga air bisa terkumpul dan mengalir secara bertahap ke bendungan,” ujar Dody di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyiapkan program pompanisasi. Langkah ini ditujukan mengairi lahan pertanian yang tidak lagi mendapatkan pasokan air dari bendung maupun bendungan.
Menurut Dody, program pompanisasi bukan hal baru. Skema ini pernah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya dan terbukti mampu menjaga produksi pertanian nasional agar tidak mengalami penurunan signifikan.
“Pompanisasi akan kembali dioptimalkan bersama Kementerian Pertanian, karena sebelumnya terbukti mampu menyangga produksi pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi cadangan pangan nasional, khususnya beras, berada dalam posisi aman meskipun ada ancaman kekeringan akibat El Nino.
Ia menyebutkan, stok beras saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 10 bulan ke depan. Jumlah tersebut bahkan belum memperhitungkan hasil panen yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam proyeksi Kementerian Pertanian, produksi beras diperkirakan mencapai sedikitnya dua juta ton per bulan selama tujuh bulan ke depan. Dengan demikian, potensi tambahan produksi dapat mencapai sekitar 14 juta ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan pangan hingga Mei 2027.
Amran juga menilai dampak El Nino terhadap sektor pangan tidak akan terlalu signifikan, mengingat fenomena tersebut umumnya berlangsung sekitar enam bulan.
Dengan kombinasi intervensi teknis di sektor sumber daya air dan jaminan ketersediaan stok, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim. (ihd)

