Dalam pertemuan tersebut, Al-Sattari menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menilai hubungan kedua bangsa tidak sekadar hubungan antarnegara, melainkan ikatan emosional yang kuat.
“Hubungan kita bukan sekadar diplomatik. Kita seperti saudara, bahkan lebih dari itu,” ujarnya.
Nasaruddin menegaskan, dukungan Indonesia tidak hanya bersifat politik dan moral, tetapi juga dapat diperkuat melalui instrumen sosial-keagamaan. Ia menyoroti besarnya potensi dana umat di Indonesia yang dapat dioptimalkan untuk kepentingan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat Palestina.
Menurut dia, pengelolaan dana umat yang profesional dan terintegrasi mampu menjadi kekuatan nyata dalam mendorong kesejahteraan. Ia mencontohkan ekosistem penghimpunan dan penyaluran dana di Masjid Istiqlal yang menunjukkan tingginya partisipasi publik.
“Potensi dana umat kita sangat besar. Ini bukan hanya modal sosial, tetapi juga kekuatan spiritual untuk membantu sesama,” kata Nasaruddin.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk memperluas kerja sama, tidak hanya dalam bentuk dukungan simbolik, tetapi juga melalui langkah-langkah kemanusiaan yang lebih terukur dan berkelanjutan. (ihd)