Dewa Sukma Kelana Tegaskan Pentingnya Dialog Sosial di Forum ILC
JABAROKENEWS.COM, Jenewa,Swiss – Memasuki hari ketujuh pelaksanaan International Labour Conference (ILC) Session 114 yang diselenggarakan International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss, delegasi pekerja Indonesia terus menggelorakan perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan pekerja di tingkat nasional maupun internasional.
Berbagai pembahasan strategis dalam komite-komite ILC masih berlangsung. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain penguatan standar ketenagakerjaan internasional, perlindungan pekerja di era ekonomi digital dan platform, serta penguatan dialog sosial sebagai instrumen utama dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
Delegasi pekerja Indonesia menilai dialog tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang adil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten yang juga Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten serta dosen Universitas Pamulang Kampus Serang, H. Dewa Sukma Kelana, SH, MKn, mengatakan forum ILC menjadi momentum penting bagi gerakan pekerja dunia untuk memperjuangkan hak-hak pekerja sekaligus memperkuat kolaborasi internasional.
“Perjuangan buruh di tingkat internasional harus tetap mengedepankan semangat dialog sosial dan kerja sama tripartit. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga mendukung keberlanjutan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya Minggu, (7/6/2026).
Menurut Dewa, tantangan dunia kerja yang semakin kompleks hanya dapat dihadapi melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan dengan mengedepankan prinsip keadilan sosial dan pekerjaan yang layak (decent work).
“Dialog sosial harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Melalui dialog yang konstruktif, kepentingan pekerja, pengusaha, dan pemerintah dapat diakomodasi secara seimbang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaan delegasi pekerja Indonesia dalam ILC Session 114 merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan suara pekerja Indonesia turut mewarnai pembahasan kebijakan ketenagakerjaan global.
“Kami berharap rekomendasi dan standar yang dihasilkan dalam konferensi ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pekerja, penguatan hubungan industrial, serta terciptanya pekerjaan yang layak bagi seluruh pekerja di Indonesia,” tegasnya.
ILC Session 114 masih akan berlangsung dengan sejumlah agenda pembahasan penting yang menyangkut masa depan dunia kerja. Hasil konferensi tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi negara-negara anggota ILO dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja di tengah dinamika ekonomi global.
(Yuyi Rohmatunisa)

