Batik Weton 2026, Ruang Edukasi dan Apresiasi Filosofi Jawa di Yogyakarta

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA — Weton tidak sekadar dimaknai sebagai hitungan hari lahir dalam tradisi Jawa, tetapi juga mengandung filosofi, karakter, dan nilai kehidupan yang mendalam. Pemahaman tersebut diangkat dalam sebuah pameran dan rangkaian kegiatan seni budaya bertajuk Batik Weton yang akan digelar di Loman Park Hotel Yogyakarta pada 14–21 Februari 2026.

Mengusung ungkapan Jawa “Weton iki ora waton”, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk melihat weton sebagai sebuah karya budaya yang sarat makna. Melalui medium batik, filosofi hari lahir diterjemahkan ke dalam motif dan simbol visual yang merepresentasikan karakter serta perjalanan hidup manusia.

Rangkaian acara utama berupa Pameran Karya Seni Batik akan berlangsung di Lobby Loman Park Hotel Yogyakarta dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Pameran ini menampilkan karya-karya batik yang terinspirasi dari perhitungan weton, sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat lintas generasi.

Tak hanya pameran, panitia juga menghadirkan Workshop Batik Weton bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman lebih mendalam. Dalam workshop ini, peserta diajak membuat batik cap sesuai dengan weton kelahiran masing-masing, sekaligus membawa pulang karya batik hasil ciptaan sendiri.

Workshop Batik Weton akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di Garden Loman Park Hotel Yogyakarta, dengan biaya partisipasi sebesar Rp100.000 dan kuota peserta terbatas.

Sebagai penutup rangkaian acara, akan digelar Jagongan Gayeng, sebuah diskusi santai namun sarat makna yang membahas seni, budaya, dan filosofi weton dalam konteks kehidupan modern. Diskusi ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 WIB dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Cakudin selaku Ketua Lesbumi, Nurohmad, S.Sn dari Omah Kreatif Dongaji, serta dimoderatori oleh Iwan RS, sutradara dan penulis.

Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang perjumpaan antara seni, budaya, dan refleksi diri, sekaligus mengajak masyarakat untuk merayakan Hari Kasih Sayang dengan cara yang lebih bermakna, yakni mencintai dan merawat warisan budaya sendiri.

Melalui pameran dan aktivitas budaya ini, Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan seni dan tradisi yang terus hidup dan relevan di tengah dinamika zaman. (Aga)

Berita Terkait

Serangan Houthi Tembus Pertahanan Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Perang Proksi AS-Iran
Deteksi Dini TBC dan Malaria, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 Gelar Skrining Kesehatan
Pemkab Sleman dan Lanud Adisutjipto Resmikan Pemanfaatan Lahan Produktif Berbasis Masyarakat
Membaca Akar Serangan Houthi ke Riyadh dan Peta Rivalitas Kawasan Timur Tengah
Tingkatkan Daya Tarik Wisata Yogyakarta, IKAPPESTY Gelar Jogja Destination Wedding Fair 2026
DPRD Kota Yogyakarta Pastikan Pengadaan Tanah untuk Warga Kampung Basen Telah Diparipurnakan
Media Sosial Ubah Cara Publik Menilai Pemerintah, Pakar UMY: Masyarakat Bukan Audiens Pasif
Pererat Hubungan Antarnegara, Danrem 072/Pamungkas Dukung Perajutan Persahabatan Indonesia-Pasifik Lewat Seni

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Serangan Houthi Tembus Pertahanan Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Perang Proksi AS-Iran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Deteksi Dini TBC dan Malaria, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 Gelar Skrining Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Pemkab Sleman dan Lanud Adisutjipto Resmikan Pemanfaatan Lahan Produktif Berbasis Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Membaca Akar Serangan Houthi ke Riyadh dan Peta Rivalitas Kawasan Timur Tengah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Tingkatkan Daya Tarik Wisata Yogyakarta, IKAPPESTY Gelar Jogja Destination Wedding Fair 2026

Berita Terbaru