JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA — Kabar mengejutkan datang dari Bolosego. Food truck yang sebelumnya dijadwalkan berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta selama lima hari, (16/9/26 – 20/9/26), justru memutuskan menghentikan aktivitasnya setelah baru satu hari berjualan.
Keputusan tersebut disampaikan Bolosego melalui unggahan media sosial. Dalam pernyataannya, Bolosego mengaku harus menyampaikan kondisi tersebut agar pelanggan tidak datang jauh-jauh ke Alkid untuk mencari food truck mereka.
“Dengan berat hati aku mau menyampaikan ini. Baru satu hari food truck-nya berjualan di Alun-Alun Kidul, dengan berat hati aku harus umumkan ke kalian kita sudah tidak mangkal lagi di sana,” ujar Mbak Dy selaku Owner Bolosego dalam video yang diunggah di media sosial.
Semula, Bolosego memang telah merencanakan untuk membuka lapak di Alkid selama lima hari. Namun, sejumlah persoalan yang muncul selama proses berjualan membuat pihak Bolosego memilih tidak melanjutkan aktivitas tersebut.
Salah satu persoalan yang disampaikan berkaitan dengan biaya parkir untuk food truck. Bolosego menyebut pihaknya diminta membayar Rp1 juta per hari untuk parkir kendaraan food truck. Angka tersebut disebut telah melalui proses negosiasi karena sebelumnya permintaan yang diterima mencapai Rp2,5 juta per hari.
“Punglinya banyak. Kita bayar parkir, satu juta per hari, total lima juta. Itu aja sudah proses nego. Tadinya tukang parkir mintanya dua setengah juta per hari, jadinya Rp12,5 juta lima hari,” katanya.
Bolosego menegaskan biaya tersebut bukan parkir bagi pelanggan, melainkan biaya untuk kendaraan food truck mereka yang berada di lokasi.
Tak hanya persoalan parkir, Bolosego juga mengungkap adanya permintaan untuk menyediakan konsumsi bagi sejumlah orang yang disebutnya berjumlah sekitar 10 orang.
“Terus habis itu ternyata masih kena lagi, kita diminta untuk ngasih makan ke 10 preman apa tukang parkir, mbuh nyebutnya apa gitu,” ujarnya.
Dalam video tersebut, Bolosego juga menyampaikan bahwa pihaknya mendapat telepon yang disebut berasal dari kepolisian. Dalam percakapan tersebut, mereka mengaku diminta menyiapkan konsumsi bagi tiga polisi yang akan berada di lokasi.
“Mas, ini saya kirimkan tiga polisi ya untuk ke sana, tolong dirumat makannya,” ujarnya saat menirukan isi percakapan tersebut.
Persoalan lainnya muncul terkait kebutuhan listrik. Bolosego mengatakan food truck membutuhkan akses listrik untuk mendukung aktivitas operasional seperti memasak nasi dan kebutuhan lainnya. Namun, akses listrik tersebut disebut tidak diberikan secara gratis dan memerlukan biaya tambahan.
Berbagai persoalan tersebut akhirnya membuat Bolosego mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan aktivitas jualan di Alun-Alun Kidul.
“Ah wes wes wes wes wes, akhirnya kita memutuskan udah nggak usah lanjut aja jualan di Alun-Alun Kidulnya. Bolosego tidak mau memfasilitasi pungli,” tegasnya.
Meski demikian, Bolosego menyampaikan permintaan maaf apabila pernyataan yang disampaikan menyinggung pihak tertentu. Ia mengatakan apa yang disampaikan merupakan pengalaman yang mereka alami selama proses berjualan di lokasi tersebut.
“Wes ini nih ada salah-salah kata aku ngapunten banget, pihak-pihak yang tersinggung saya juga minta maaf banget, tapi inilah realitanya, jualan di Jogja tidak semudah yang dikira,” katanya.
Bolosego memastikan perjalanan food truck mereka tidak berhenti. Setelah meninggalkan Alun-Alun Kidul, mereka akan mencari lokasi baru untuk melanjutkan aktivitas berjualan.
“Nanti food truck-nya tak cariin tempat berikutnya ya. Bismillah,” pungkasnya. (Aga)















