JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggenjot penguatan talenta riset dosen melalui program hibah strategis yang didukung Ditjen Risbang Kemdiktisaintek.
Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026 tersebut menjadi langkah UWM meningkatkan kualitas penelitian dan produktivitas akademik dosen.
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi penelitian dosen secara berkelanjutan.
Kepala LPPM UWM, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., menegaskan penguatan kompetensi dosen menjadi kunci meningkatkan kualitas serta daya saing perguruan tinggi.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong dosen agar tidak hanya memiliki ide riset yang baik,” ungkap Ambar Rukmini mengenai tujuan pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, gagasan penelitian perlu dikembangkan menjadi karya ilmiah berkualitas dan proposal kompetitif agar berpeluang mendapatkan pendanaan untuk pelaksanaan riset lanjutan.
“Harapannya, setiap peserta menghasilkan luaran nyata, bukan sekadar memperoleh tambahan pengetahuan,” tegas Ambar mengenai target kegiatan pengembangan talenta riset dosen.
Program yang berlangsung mulai 19 Oktober hingga akhir November 2026 ini menghadirkan lima workshop terintegrasi untuk membangun ekosistem riset UWM yang produktif.
Materi pelatihan mencakup penulisan artikel ilmiah, artikel review, penyusunan roadmap riset, metodologi penelitian, serta penyusunan proposal untuk meningkatkan kesiapan dosen menghasilkan karya akademik berkualitas.
Workshop penulisan artikel ilmiah membekali dosen menyusun manuskrip sesuai standar jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi sehingga hasil penelitian memiliki jangkauan lebih luas.
Sementara itu, pelatihan artikel review mengasah kemampuan dosen mengkaji literatur secara kritis dan sistematis untuk menemukan perkembangan ilmu pengetahuan serta peluang kebaruan penelitian.
Melalui workshop roadmap riset, peserta diarahkan merancang agenda penelitian jangka menengah dan panjang berdasarkan kepakaran dosen, kebutuhan masyarakat, serta prioritas riset nasional.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat penelitian dosen lebih terarah, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan mampu menghasilkan kontribusi ilmiah yang berkesinambungan bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
UWM juga memperkuat kemampuan metodologi penelitian agar dosen mampu menentukan pendekatan yang tepat, menghasilkan data valid, serta mempertanggungjawabkan temuan secara ilmiah.
Pelatihan berikutnya berfokus pada penyusunan proposal riset, mulai dari perumusan masalah, penentuan kebaruan, pemilihan metodologi, hingga perencanaan anggaran sesuai skema pendanaan.
Ambar menekankan keberhasilan program tidak cukup dinilai dari jumlah workshop yang terlaksana, melainkan harus terlihat melalui peningkatan kompetensi dan hasil penelitian konkret.
“Target kami adalah tersusunnya draf artikel ilmiah dan proposal riset yang matang, berkualitas, dan siap disubmit,” jelas Ambar mengenai luaran program tersebut.
Ia berharap semakin banyak dosen UWM berhasil memublikasikan hasil penelitian pada jurnal bereputasi sekaligus memenangkan hibah riset kompetitif untuk mendukung pengembangan penelitian berikutnya.
Program tersebut juga diarahkan memperkuat kolaborasi antardosen, meningkatkan kualitas tata kelola penelitian, serta menumbuhkan budaya akademik yang inovatif dan produktif di lingkungan kampus.
“Kami ingin membangun ekosistem riset yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada lahirnya riset unggul,” ujar Ambar menjelaskan visi pengembangan penelitian UWM.
Menurutnya, publikasi berkualitas dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat menjadi sasaran penting dalam membangun ekosistem penelitian perguruan tinggi yang berkelanjutan.
Melalui dukungan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, UWM menegaskan komitmennya menjadikan pengembangan talenta riset sebagai investasi strategis untuk memperkuat tridarma dan daya saing bangsa.(ady)















