Festival Mustika Rasa Dorong Kedaulatan Pangan, UMKM Nusantara Ramaikan Alun-Alun Kidul

‎JABAROKENEWS.COM, JOGJA – Festival Pariwisata Kuliner Mustika Rasa digelar untuk memperkuat kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi rakyat, sekaligus kepedulian sosial masyarakat secara berkelanjutan bersama warga.

Festival berlangsung di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Sabtu-Minggu (29-30/8/2026), melibatkan sekitar 100 stan UMKM dari berbagai daerah Nusantara sepanjang akhir pekan ini secara meriah.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, festival tersebut mendokumentasikan kekayaan kuliner Indonesia yang tercatat dalam buku Mustika Rasa sebagai warisan nasional penting tersebut.

Festival digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Yogyakarta, jajaran legislatif, serta pengurus PDI Perjuangan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat produk lokal masyarakat setempat di Indonesia.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengapresiasi dukungan Kasultanan Yogyakarta terhadap pelaksanaan festival berskala nasional tersebut di Alun-alun Kidul Yogyakarta akhir pekan.

“Matur nuwun kepada Kasultanan Yogyakarta yang memberikan izin menggunakan Alun-Alun Kidul,” ujar Eko saat membuka acara tersebut secara resmi kepada masyarakat setempat.

Eko berharap pemanfaatan ruang publik itu terus dilestarikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Yogyakarta melalui kegiatan produktif, inklusif, dan berkelanjutan bersama.

“Acara berlangsung dua hari, dari 29 sampai 30 Agustus,” kata Eko, seraya mengajak masyarakat menikmati seluruh rangkaian festival dengan antusias bersama-sama di lokasi.

Ketua Bidang Pariwisata DPP PDI Perjuangan Wiryanti Sukamdani mengatakan festival kuliner merupakan agenda tahunan untuk menjaga kemandirian bangsa dari ketergantungan bahan impor Indonesia.

“Kemandirian pangan juga harus berjalan bersama upaya menjamin gizi rakyat melalui pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia yang beragam,” ujar Wiryanti kepada masyarakat setempat.

“Kenapa UMKM? Karena kita ingin rakyat mencintai masakan Indonesia dan semua bahan baku yang berasal dari Indonesia,” ujar Wiryanti dalam festival bersama pemuda lokal.

Ia mencontohkan bika berbahan singkong dan sate kere sebagai kuliner yang menunjukkan kreativitas masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal secara ekonomis sekaligus bergizi Indonesia.

“Sate kere menunjukkan hewan tidak semuanya harus daging,” katanya, sembari menjelaskan bagian seperti koyor dapat diolah menjadi makanan murah, bergizi, dan terjangkau.

“Kuliner dan pariwisata juga menjadi wujud kedaulatan karena mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di Yogyakarta secara langsung,” kata Wiryanti.

Selain pameran kuliner, festival menghadirkan edukasi kesehatan bagi masyarakat untuk memperluas manfaat kegiatan sekaligus mendorong kesadaran mengenai pentingnya pola hidup sehat bagi pengunjung.

Rangkaian acara juga diwarnai penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat Yogyakarta selama dua hari.

Panggung hiburan turut memeriahkan festival dengan kehadiran diva pop Indonesia Krisdayanti, yang menjadi salah satu perhatian pengunjung selama kegiatan berlangsung meriah di panggung.

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro turut hadir mendukung pengenalan pariwisata, kuliner Nusantara, serta kebanggaan terhadap budaya dan produk lokal.

Sebelumnya, sekitar 1.000 masyarakat mengikuti Senam Si Cita atau Senam Cinta Tanah Air sebagai pembuka kegiatan dengan semangat kebersamaan sejak pagi di lokasi.

Rangkaian festival mengajak masyarakat mencintai, melestarikan, dan membanggakan Indonesia melalui kuliner, pariwisata, UMKM, kesehatan, serta kepedulian sosial secara nyata bersama untuk masa depan.(waw)