Forum Jogja Damai Imbau Demonstrasi di Yogyakarta Berjalan Tertib dan Kondusif

JABAROKENEWS.COM, Sleman – Aksi demonstrasi kembali digelar di Yogyakarta dengan dua titik utama yang menjadi pusat konsentrasi massa, yakni pertigaan UIN dan pertigaan UNY Gejayan, Sabtu (2/5/2026)

‎Situasi ini langsung mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Forum Jogja Damai (FJD) yang mengimbau agar aksi berjalan tertib tanpa memicu gangguan keamanan.

‎Koordinator lapangan FJD, Hasanudin, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan selama demonstrasi berlangsung.

‎Ia menyebut ada tiga hal krusial yang wajib diperhatikan oleh para peserta aksi.

‎“Ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh para demonstran yaitu mengenai waktu pelaksanaan demonstrasi, tidak melakukan tindakan anarkis dan tidak merusak fasilitas umum,” ujarnya.

‎Menurut Hasanudin, demonstrasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

‎Ia mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan justru akan merugikan masyarakat luas.

‎“Kebebasan berpendapat itu dijamin, tapi harus tetap dalam koridor hukum dan tidak merugikan orang lain,” katanya.

‎Tak hanya kepada peserta aksi, FJD juga memberikan pesan kepada anggotanya yang bertugas di lapangan.

‎Mereka diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi saat melakukan pengamanan.

‎“Kami berharap teman-teman FJD yang menjaga juga tidak mudah terpancing. Tugas kita hanya mencegah agar tidak timbul tindakan anarkis,” tegasnya.

‎FJD menilai Yogyakarta memiliki posisi penting sebagai barometer nasional dalam menjaga kondusivitas demonstrasi.

‎Oleh karena itu, semua pihak diharapkan bisa menjaga situasi tetap aman dan damai.

‎“Ini dilakukan karena Yogyakarta merupakan barometer nasional keamanan demonstrasi. Kita semua punya tanggung jawab menjaga itu,” terang Hasanudin.

‎Selain itu, Jogja merupakan destinasi wisata yang dengan kunjungan tertinggi dan dengan tingkat keamanan dan kenyamanan yang sudah sangat dikagumi wisatawan.

‎”Kami tidak ingin jika nanti ada kerusuhan dalam demonstrasi yang akan menimbulkan citra negatif pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta,” pungkasnya. (waw)