Genap Satu Abad, Gereja Kotabaru Ajak Umat Hadapi Perubahan Zaman

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Jogja – Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta memasuki usia 100 tahun dengan semangat memperkuat harapan, kebinekaan, dan pelayanan sosial.
‎
‎Momentum satu abad tersebut menjadi ruang refleksi perjalanan gereja sekaligus ajakan bagi umat menghadapi perubahan zaman dengan keberanian dan kepedulian.
‎
‎Pesan itu mengemuka dalam Malam Tirakatan dan Sarasehan Kebinekaan yang digelar Jumat (25/9), sebagai rangkaian peringatan satu abad Gereja Kotabaru.
‎
‎Kegiatan diawali Misa Harian pukul 17.30 WIB, kemudian dilanjutkan sarasehan bersama Romo Martinus Joko Lelono, Pr dan Inaya Wahid.
‎
‎Dalam sarasehan tersebut, Romo Joko menekankan pentingnya pembaruan diri secara terus-menerus menghadapi dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks dan beragam.
‎
‎Menurutnya, Gereja Kotabaru harus terus berkembang dan mencari cara menghadirkan kebaikan lebih besar bagi umat maupun masyarakat luas.
‎
‎“Gereja tidak boleh berhenti berkembang, tetapi terus mencari cara menghadirkan kebaikan yang lebih besar,” ujar Romo Joko.
‎
‎Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan prinsip Ad Maiorem Dei Gloriam atau demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.
‎
‎“Spirit itu mendorong kita untuk terus memperbarui diri dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
‎
‎Romo Joko juga mengingatkan umat agar tetap menjaga harapan, meskipun menghadapi berbagai perubahan, tantangan, dan situasi yang tidak mudah.
‎
‎Ia mengutip pesan Paus Fransiskus mengenai pentingnya percaya bahwa masih terdapat kebaikan yang menanti manusia di masa depan.
‎
‎Sementara itu, aktivis kebinekaan Inaya Wahid mengajak peserta melihat harapan sebagai cahaya yang tetap dapat ditemukan dalam situasi paling sulit.
‎
‎Inaya mengaitkan gagasan tersebut dengan konsep Misykāt, atau ceruk cahaya dalam pemikiran Al-Ghazali, sebagai simbol hadirnya penerang kehidupan.
‎
‎“Mungkin hari ini kalau kita merasakan hidup lagi gelap, kebahagiaan selalu bisa ditemukan dalam kondisi paling gelap sekalipun,” ujar Inaya.
‎
‎Ia melanjutkan, “Kalau seseorang ingat menyalakan lampunya, dalam kondisi negara paling gelap sekalipun, kalau kita mau menyalakan lampunya, kita akan jadi terang.”
‎
‎Inaya juga mendorong generasi muda memperluas pengetahuan dengan berani keluar dari lingkungan sendiri dan bertemu berbagai kelompok masyarakat.
‎
‎Menurutnya, membaca bukan hanya berhadapan dengan teks, tetapi juga belajar memahami pengalaman serta realitas kehidupan yang beragam.
‎
‎Pesan keberanian mengambil bagian kemudian disampaikan Pastor Paroki Kotabaru, Rm Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ.
‎
‎Ia mengajak umat tidak sekadar menjadi penonton terhadap berbagai persoalan, melainkan berani terlibat mencari jalan keluar dan menghadirkan kebaikan.
‎
‎“Apakah muncul dalam ide gagasanku bahwa aku ingin terlibat dan ingin ambil bagian mengurai berbagai kekusutan, kegelapan yang tanpa harapan?” tutur Rm Fajar.
‎
‎Ia juga menyampaikan pesan Pater Jenderal Serikat Yesus agar umat tidak takut menghadapi perubahan zaman dan tetap memikirkan kontribusinya.“Jangan takut dengan dunia yang berubah, tetapi takutlah kalau dalam perubahan itu kita tidak memiliki sesuatu untuk ditawarkan,” kata Rm Fajar.
‎
‎Puncak peringatan satu abad berlangsung melalui Misa Syukur Sabtu (26/9), dipimpin Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko bersama sembilan romo.
‎
‎Misa dihadiri ribuan umat dengan tema “Gereja Kotabaru: Teman Seperjalanan dalam Berpengharapan”, sekaligus menegaskan semangat kebersamaan lintas masyarakat.
‎
‎Perwakilan Kankemenag Kota Yogyakarta, V. Tatik Tri Jati Ningsih, menghadiri Misa Syukur sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi pemerintah dan institusi keagamaan.
‎
‎Rangkaian perayaan kemudian dilanjutkan Pesta Rakyat bersama Gubernur DIY, Wali Kota, Polda DIY, serta masyarakat melalui panggung budaya dan kebersamaan.(waw)
‎

Berita Terkait

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor
HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren
Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis
Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT
Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:24 WIB

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor

Rabu, 30 September 2026 - 14:01 WIB

HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren

Rabu, 30 September 2026 - 13:47 WIB

Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis

Rabu, 30 September 2026 - 13:33 WIB

Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT

Rabu, 30 September 2026 - 13:23 WIB

Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System

Berita Terbaru