Hamzah Batik Malioboro Terbakar, Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Kebakaran hebat melanda kawasan Hamzah Batik (Mirota Batik) di Jalan Margo Mulyo, kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Senin (28/9/2026) dini hari.

Kobaran api dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dan dengan cepat membesar hingga melanda bagian atas bangunan. Besarnya kobaran api membuat petugas pemadam kebakaran mengerahkan sejumlah armada untuk melakukan penanganan.

Deni Boy, Ketua RW 02, mengatakan lokasi rumahnya berada tepat di sekitar bangunan Hamzah Batik. Saat kebakaran terjadi, ia bersama warga melakukan tindakan preventif untuk mengantisipasi kobaran api merembet ke bangunan di sekitar lokasi.

“Rumah kami memang persis di sebelah Hamzah Batik. Kami juga melakukan tindakan preventif untuk memadamkan api di sekitar rumah agar tidak menyebar ke mana-mana,” ujar Deni saat ditemui media di depan Teras Malioboro 1, Senin (28/9/2026).

Menurut Deni, berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari sekuriti Hamzah Batik, kebakaran diduga bermula dari percikan api saat terdapat pekerjaan proyek kamar mandi di bangunan tersebut.

Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Katanya informasi dari sekuritinya Hamzah Batik, awalnya ada percikan api saat mereka mengadakan proyek kamar mandi,” katanya.

Terkait kerugian, Deni menyebut nilainya diperkirakan cukup besar. Meski demikian, hingga proses pemadaman berlangsung, jumlah kerugian belum dapat dipastikan karena masih dilakukan pemeriksaan dan pendataan.

Kebakaran tersebut juga berdampak pada pasokan listrik di sekitar lokasi. Pemadaman listrik dilakukan sebagai bagian dari penanganan kondisi darurat untuk mengantisipasi risiko kelistrikan selama proses pemadaman berlangsung.

Deni mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Ia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi instalasi listrik serta aspek keselamatan dan K3 di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

“Perhatikan masalah kelistrikan, perhatikan masalah keselamatan K3, dan lakukan penyuluhan tentang kebakaran. Itu penting sekali untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Damkarmat Kota Yogyakarta mengerahkan kekuatan penuh dalam proses pemadaman kebakaran Hamzah Batik.

Dipoyono dari Damkarmat Kota Yogyakarta mengatakan laporan diterima ketika api sudah membesar dan terlihat dari bagian lantai atas bangunan.

“Untuk tadi kita meluncur jam 01.42 WIB,” ujar Dipoyono.

Proses pemadaman melibatkan 12 unit mobil pemadam kebakaran, satu unit Water Cannon Polresta Yogyakarta, serta satu unit truk pemadam milik TNI.

Selain armada dari Kota Yogyakarta, proses penanganan juga mendapat bantuan dari sejumlah wilayah lain, termasuk Bantul dan Sleman.

Petugas masih melakukan penyisiran dan pendinginan setelah kobaran api berhasil dikendalikan.

“Pada pukul 04.45 WIB api berhasil dipadamkan dan selanjutnya proses pendinginan lokasi kejadian,” kata Dipoyono.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Kabel atau penutup kabel yang sudah tidak layak digunakan disarankan segera diganti guna mengurangi risiko terjadinya korsleting listrik.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran serta total kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pemeriksaan pihak terkait. (Aga)

Berita Terkait

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor
HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren
Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis
Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT
Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:24 WIB

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor

Rabu, 30 September 2026 - 14:01 WIB

HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren

Rabu, 30 September 2026 - 13:47 WIB

Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis

Rabu, 30 September 2026 - 13:33 WIB

Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT

Rabu, 30 September 2026 - 13:23 WIB

Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System

Berita Terbaru