Kementerian Ekraf Gandeng Gig Life Pro Perluas Akses Pasar Musik Indonesia ke Tingkat Internasional

JABAROKENEWS.COM, Jakarta, 12 Februari 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menilai subsektor musik di Indonesia sangat strategis dan potensial apabila arah transformasinya direncanakan betul-betul. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya pun membahas peluang kolaborasi strategis dalam penguatan ekosistem musik, khususnya yang memiliki dampak nilai jual itu dengan Gig Life Pro.

“Kementerian Ekraf memprioritaskan 7 subsektor, termasuk musik untuk lima tahun ke depan. Kami hadir tak sekadar memberi apresiasi bagi platform-platform musik, tapi juga siap menjadi kolaborator strategis yang mengangkat subsektor musik terus berkembang dan berdaya saing global,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi dengan Gig Life Pro di Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026.

Dalam industri musik, Gig Life Pro merujuk pada kategori platform yang memiliki nilai tambah ekonomi untuk mendorong talenta-talenta dari 60 negara yang menawarkan _networking global_. Berarti, peluang kolaborasi global juga menjadi upaya mendorong talenta Indonesia menembus pasar internasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyebut subsektor musik sebagai sektor prioritas yang memiliki inovasi baru dalam pengembangan platform bagi ekosistemnya seiring kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki subsektor musik dengan talenta berbakat yang sangat potensial. Tantangannya tentu bagaimana mentransformasikan kekuatan tersebut menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan melalui kolaborasi, penguatan ekosistem, dan akses pasar global,” tambah Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Audiensi juga fokus membahas pentingnya kerja sama regional, khususnya kawasan Asia sebagai strategi memperluas pasar sekaligus membuka peluang bagi talenta Indonesia untuk tampil di panggung global. Sebagai contoh, momentum Music Awards Japan 2026 yang diselenggarakan CEIPA (Japan Culture and Entertainment Industry Promotion Association) perlu dimanfaatkan secara optimal dari para pegiat industri kreatif yang berkecimpung dalam subsektor musik.

Gig Life Pro pun menawarkan layanan platform yang menghubungkan pegiat industri musik secara global melalui program edukasi, jejaring profesional, kurasi acara, dan _advisory strategy_. Dalam tiga tahun terakhir, Gig Life Pro berkembang dari 300 anggota menjadi hampir 2.000 anggota dengan rata-rata pengalaman profesional mencapai 12 tahun di industri musik. Saat ini, Indonesia menjadi jaringan komunitas terbesar ke-6 yang menunjukkan tingginya minat dan potensi pasar musik nasional.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat dinamis dengan talenta yang kuat untuk subsektor musik. Kami yakin musik Indonesia akan terdengar luas ke _fans_ Gig Life Pro seluruh dunia. Tujuan audiensi ini adalah membuka akses dan membangun jembatan antara pegiat industri musik lokal dengan peluang global sehingga kolaborasi dapat berjalan dua arah, di Indonesia dan dari Indonesia,” jelas Priya Dewan sebagai founder Gig Life Pro.

Kementerian Ekraf menegaskan bahwa penguatan ekosistem musik akan dilakukan melalui pendekatan kolaborasi _hexahelix_ yang melibatkan pemerintah, pebisnis, komunitas, akademisi, media, serta lembaga keuangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memposisikan musik Indonesia sebagai komponen kunci dari ekosistem kreatif, peningkatan kapasitas bisnis musik, hingga perluasan akses pasar internasional ke pemangku kepentingan industri global.

Pada audiensi ini, Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf, Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang Kejora Mallarangeng.

Selain itu hadir pula Founder Indomusikgram Christian Bong dan Fabian Indomusikgram, Nippon Columbia Group (Label/Distributor) CEIPA Akira Nomoto, Concert Promoter Yuta Nomura, Artist Management Takayuki Morinaka dan Chiharu Konii, Singer-songwriter Sandei.(Ls)

Sumber : kemenkoinfra

@gerbangpatriot