Home / Tak Berkategori

Kendalikan Inflasi, TPID Provinsi Banten Waspadai Pergerakan Harga Beras

Senin, 11 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Banten, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten Virgojanti mengatakan angka inflasi di Provinsi Banten hingga saat ini masih terkendali. Berdasarkan data BPS, angka inflasi di Provinsi Banten pada Agustus 2023 terkendali di 2,96 persen secara year on year (YoY).

“Untuk inflasi di Banten masih terkendali di 2,96 persen, mudah-mudahan tidak ada gejolak yang tinggi. Meski demikian terdapat satu komoditas yang perlu menjadi perhatian, yaitu komoditas beras,” ungkap Virgojanti usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian secara online di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (11/9/2023.

Selanjutnya, Virgojanti juga menyampaikan untuk komoditas beras di sejumlah daerah terus mengalami fluktuatif harga, bahkan terdapat beberapa daerah yang masuk dalam zona merah terkait kenaikan harga beras

“Alhamdulillah kita tidak termasuk kedalam wilayah yang merah untuk hal itu, jadi kita masih di sekitaran HET. Artinya bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa inflasi di Provinsi Banten tetap terkendali,” katanya.

Meski demikian, kata Virgojanti, hal itu tidak dapat berpuas diri, melainkan harus terus meningkatkan upaya-upaya pengendalian inflasi. Terlebih saat ini terdapat ancaman dari dampak El Nino.

“Ini harus terus kita kawal, agar adanya kekeringan terutama yang mengancam wilayah pertanian dapat kita kendalikan, lantaran hal itu dikhawatirkan dapat mengancam produksi pertanian,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk melakukan pendataan terhadap lahan-lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan, serta menyiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi hal tersebut.

“Sementara, untuk Dinas Ketahanan Pangan untuk segera melakukan langkah intervensi ke pasar serta kepada masyarakat yang tidak mampu, jangan sampai lonjakan harga beras ini meningkat terus,” jelasnya.

“Kalau terjadi kekeringan dan terancam tidak berproduksi, serta di pasar terjadi kenaikan harga yang tinggi. Maka beras cadangan pemerintah akan kita gelontorkan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Virgojanti juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak boros pangan, sehingga dapat mengoptimalkan pangan yang ada.

“Kita meminta masyarakat untuk aksi tidak boros pangan, jadi ketika makan secukupnya agar tidak terbuang. Serta memanfaatkan limbah pangan itu untuk pupuk dan sebagainya,” tandasnya.(wan)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Upacara Prabatar Akademi TNI dan Akpol 2026 Berlangsung Khidmat di Magelang
Lima Lurah Hasil PAW Resmi Dilantik, Harda Kiswaya Minta Hapus Kubu
WJNC ke-10 Digelar Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Jalanan Yogyakarta
Seni Budaya Nusantara Semarakkan Gelaran Nuswantoro Pra-WJNC 2026
Hadapi Musim Hujan, Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Infrastruktur Pengendali Banjir
Hadapi Dunia Kerja, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Pelatihan Vokasi
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Atur Kesetaraan hingga Keselamatan Kerja
Pataka “Gawe Kuta Baluwarti” Diserahterimakan, Polda Banten Gelar Farewell Parade

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Upacara Prabatar Akademi TNI dan Akpol 2026 Berlangsung Khidmat di Magelang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Lima Lurah Hasil PAW Resmi Dilantik, Harda Kiswaya Minta Hapus Kubu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:01 WIB

WJNC ke-10 Digelar Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Jalanan Yogyakarta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Seni Budaya Nusantara Semarakkan Gelaran Nuswantoro Pra-WJNC 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Hadapi Musim Hujan, Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Infrastruktur Pengendali Banjir

Berita Terbaru