LPP Agro Nusantara Tuntaskan 100 Kelas Pelatihan, Tingkatkan Kompetensi Pekebun Sawit Swadaya
JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA – LPP Agro Nusantara Yogyakarta kembali dipercaya menyelenggarakan pelatihan nasional bagi pekebun sawit swadaya sepanjang 2026 bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Kementerian Pertanian.
Sepanjang tahun ini, program tersebut menargetkan penyelenggaraan 100 kelas pelatihan yang diikuti 3.035 pekebun sawit swadaya dari tujuh provinsi sentra perkebunan sawit, yakni Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan pada 2025 yang mencatat 68 kelas pelatihan dengan total 2.066 peserta.
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional.
“Sekitar 40 persen lahan sawit nasional dikelola oleh pekebun swadaya. Namun kontribusi produksi crude palm oil (CPO) dari sektor ini baru berkisar 30 hingga 35 persen. Karena itu, peningkatan kompetensi pekebun harus terus dipercepat,” ujar Pranoto di Yogyakarta, Senin (28/7/2026).
Menurutnya, pemerataan kompetensi menjadi langkah strategis agar produktivitas kebun rakyat meningkat sekaligus memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di masa depan.
Salah satu pelaksanaan program berlangsung di Sumatera Utara melalui Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 85 pekebun swadaya dari Kabupaten Batubara dan Kabupaten Asahan. Pelatihan digelar selama enam hari, pada 21–26 Juli 2026, di Le Polonia Hotel and Convention, Medan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Ir. Hazairin, M.M., bersama perwakilan LPP Agro Nusantara, Afiffurroyan Aflah Akmal, S.T., M.Eng. Pembukaan pelatihan juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Majuah-Juah sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal Sumatera Utara.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pembibitan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta penerapan prinsip perkebunan sawit berkelanjutan. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan melalui kunjungan ke PTPN IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina guna memperdalam penerapan budidaya kelapa sawit yang baik.
LPP Agro Nusantara turut membekali peserta dengan materi mengenai kesiapan data lahan, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), akses pembiayaan, serta sertifikasi sebagai upaya meningkatkan peluang memperoleh dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha perkebunan.
Rangkaian pelatihan ditutup pada 26 Juli 2026 oleh perwakilan LPP Medan, Zulfa Hendra, S.T., setelah seluruh peserta menyelesaikan proses pembelajaran dan evaluasi.
Pranoto berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas pekebun swadaya sehingga lebih mandiri, produktif, dan mampu memenuhi standar perkebunan sawit berkelanjutan.
“Melalui pelatihan yang berkelanjutan, kami berharap pekebun sawit swadaya semakin profesional, produktif, serta mampu meningkatkan daya saing perkebunan rakyat di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.(waw)

