Menteri Ekraf Tugaskan TEP 2026 Temukan ‘Hidden Gem’ Ekonomi Kreatif Kawasan Transmigrasi

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mendapat mandat untuk mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif di kawasan transmigrasi sebagai fondasi pengembangan ekonomi daerah. Melalui pemetaan yang dilakukan para akademisi dan peneliti, pemerintah ingin memastikan setiap kawasan transmigrasi memiliki strategi pengembangan berbasis potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kawasan transmigrasi tidak lagi hanya dipandang dari potensi sumber daya alam, tetapi juga dari kekayaan budaya, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki masyarakatnya. Menurutnya, Tim Ekspedisi Patriot memiliki peran strategis dalam menemukan potensi tersebut agar dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata.

“Nanti tugas teman-teman melihat potensi apa yang dimiliki setiap kawasan. Kalau dulu ketika masuk ke sebuah kawasan yang dilihat adalah potensi tambang atau kebunnya, sekarang sudah saatnya kita melihat potensi ekonomi kreatif di setiap daerah, termasuk kawasan transmigrasi,” ujar Menteri Teuku Riefky Harsya saat memberikan pembekalan di acara Pelepasan TEP 2026 di Jakarta, Rabu (29/7).

Ia menjelaskan, hasil pemetaan yang dilakukan TEP 2026 akan menjadi dasar kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Transmigrasi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di berbagai kawasan transmigrasi.

Menurut Menkraf, setiap kawasan memiliki peluang untuk mengembangkan sedikitnya satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Mulai dari kuliner, kriya, fesyen, seni pertunjukan, desain, film, animasi, gim, aplikasi digital, fotografi, musik, hingga teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, Internet of Things (IoT), dan keamanan siber.

Tak hanya itu, Indonesia memiliki modal besar karena kekayaan budaya Nusantara menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan ekonomi kreatif. Dengan sentuhan inovasi, teknologi, dan kreativitas, budaya lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Menteri Riefky menegaskan hasil kerja TEP tidak akan berhenti sebagai laporan, melainkan menjadi pijakan penyusunan program pemerintah. Data yang dihimpun para patriot muda akan ditindaklanjuti melalui tiga program unggulan Kementerian Ekonomi Kreatif, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Kreatif by Indonesia.

“Tim Ekspedisi Patriot dapat mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan di setiap kawasan, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem kreatif, serta menyusun rekomendasi strategi pengembangannya. Data tersebut akan kami tindak lanjuti bersama Kementerian Transmigrasi agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan masyarakat transmigrasi sekaligus mendorong lahirnya desa-desa maju dan mandiri berbasis ekonomi kreatif. Kawasan transmigrasi diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi komoditas primer, tetapi juga melahirkan produk kreatif yang memiliki merek, nilai tambah, dan daya saing tinggi.

Di hadapan peserta TEP 2026, Riefky juga menegaskan ekonomi kreatif merupakan salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang harus dibangun dari daerah. Karena itu, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dinilai menjadi mitra strategis pemerintah untuk menggali, memetakan, dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. (lsi)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Berita Terkait

Transformasi NTT Didorong, Ribka Haluk Tekankan Pentingnya Inovasi Daerah
Kebebasan Beragama, Wamendagri Bima Arya Tekankan Peran Strategis Kepemimpinan Kepala Daerah
Wamendagri Wiyagus: Perangi TB Butuh Sinergi Lintas Sektor
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemda dan Masyarakat NTT Aktif Tanam Pohon
Mendagri Setujui RUU 15 Kabupaten/Kota untuk Dibawa ke Rapat Paripurna
MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri
Tangani TB di Pangandaran, Wamendagri Wiyagus Dorong Sinergi Lintas Sektor
Sekjen Kemendagri Tekankan Evaluasi Kebijakan Intervensi Harga Pangan di Daerah

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:56 WIB

Transformasi NTT Didorong, Ribka Haluk Tekankan Pentingnya Inovasi Daerah

Senin, 21 September 2026 - 23:30 WIB

Kebebasan Beragama, Wamendagri Bima Arya Tekankan Peran Strategis Kepemimpinan Kepala Daerah

Senin, 21 September 2026 - 23:24 WIB

Wamendagri Wiyagus: Perangi TB Butuh Sinergi Lintas Sektor

Senin, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemda dan Masyarakat NTT Aktif Tanam Pohon

Senin, 21 September 2026 - 15:08 WIB

Mendagri Setujui RUU 15 Kabupaten/Kota untuk Dibawa ke Rapat Paripurna

Berita Terbaru

Nasional

Wamendagri Wiyagus: Perangi TB Butuh Sinergi Lintas Sektor

Senin, 21 Sep 2026 - 23:24 WIB