Pekebun Sawit Sumut Digenjot Kompetensinya Demi Industri Sawit Berkelanjutan
JABAROKENEWS.COM, MEDAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara resmi membuka Pelatihan Budidaya Sawit bagi pekebun swadaya di LePolonia Hotel & Convention, Medan, pada 23 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat kompetensi petani sawit guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perkebunan nasional.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Yusuf Lubis SP, SE, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pekebun merupakan kebutuhan mendesak.
“Produktivitas pekebun swadaya masih jadi isu strategis nasional. Padahal, lahan swadaya mencapai 40 persen dari total lahan sawit dan menyumbang 30–35 persen produksi CPO nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan keterampilan praktik budidaya sawit yang baik harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Untuk itu, peningkatan keterampilan praktik budidaya yang baik menjadi tugas bersama agar produktivitas kebun rakyat terus meningkat,” katanya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan SDM pekebun swadaya yang diinisiasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada LPP Agro Nusantara sebagai lembaga penyelenggara pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas pekebun.
Sebanyak 119 pekebun dari Kabupaten Asahan dan Batubara mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam empat kelas selama enam hari.
Selain mendapatkan materi di kelas, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke PT Adolina Perbaungan pada Sabtu (27/6/2026), untuk melihat langsung penerapan praktik budidaya sawit yang baik di lapangan.
Penutupan pelatihan berlangsung pada Minggu (28/6/2026), dipimpin SME LPP Agro Nusantara, Afiffurroyan Aflah Akmal.
Ia menyampaikan bahwa LPP Agro Nusantara terus dipercaya menjalankan program peningkatan kapasitas pekebun di berbagai daerah.
“Tahun 2026 ini LPP Agro Nusantara dipercaya menjalankan 100 kelas dengan 3.022 peserta di tujuh provinsi,” ungkapnya.
Afiffurroyan berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata bagi pekebun swadaya di Sumatera Utara.
“Kami berharap LPP Agro Nusantara menjadi pendamping yang konsisten dalam meningkatkan kompetensi pekebun swadaya di Sumut.
”Dengan SDM yang semakin unggul, produktivitas sawit rakyat diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional,” pungkasnya.(ADY)

