Pemda DIY Soroti Keterbatasan Tenaga Ahli Gizi dalam Pelaksanaan MBG

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) kini mulai dilibatkan dalam teknis pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan ini dinilai penting mengingat potensi risiko kesehatan yang bisa timbul, termasuk kasus keracunan makanan.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan pihaknya telah bertemu dengan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyepakati bahwa Pemda DIY akan masuk dalam koordinasi pelaksanaan MBG. “Alhamdulillah mereka siap,” ujarnya di Yogyakarta, Kamis (2/10/2025).

Made menekankan, tanggung jawab kesehatan akibat masalah makanan tetap berada di pundak Pemda DIY. “Keracunan tidak ditanggung BPJS. Akhirnya Pemda yang harus menanggung lewat fasilitas kesehatannya. Jadi tidak bisa lepas, harus koordinasi,” katanya.

Pemda kini dilibatkan dalam pengawasan teknis, termasuk pemeriksaan data distribusi SPPG di berbagai titik layanan. “Kami sudah mulai menghitung satu SPPG melayani berapa titik dan di mana saja. Supaya jelas area cakupannya,” tutur Made.

Selain itu, SPPG didesak memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hingga kini baru belasan SPPG yang sudah mengantongi sertifikat tersebut. “Persoalannya banyak. Misalnya, waktu mencuci wadah terbatas sehingga berpotensi memunculkan bakteri. Jadi tidak sekadar dapur bersih, sistem sanitasinya juga harus bagus,” paparnya.

Terbatasnya tenaga ahli gizi di SPPG juga menjadi kendala. Made mencontohkan, RSUP Dr Sardjito dengan 600 pasien memiliki puluhan ahli gizi, sementara di SPPG hanya ada koordinator, satu ahli gizi, dan tenaga administrasi untuk melayani ribuan siswa. “Ini menjadi bagian evaluasi karena bisa berdampak pada kualitas gizi yang disalurkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, program yang diniatkan baik harus dibarengi dengan perencanaan yang matang. “Ketika proyek ini besar dan masif, mestinya perencanaannya bagus. Data harus terbuka, jelas, dan bisa diaudit. Kolaborasi dan koordinasi juga wajib,” kata Made. (ihd)

Berita Terkait

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor
HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren
Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis
Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT
Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:24 WIB

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor

Rabu, 30 September 2026 - 14:01 WIB

HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren

Rabu, 30 September 2026 - 13:47 WIB

Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis

Rabu, 30 September 2026 - 13:33 WIB

Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT

Rabu, 30 September 2026 - 13:23 WIB

Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System

Berita Terbaru