Pemulihan Pascabencana di Sumatera Berjalan Positif, Kasatgas Tito Fokus pada Infrastruktur Permanen

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menyampaikan progress pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari berbagai indikator, mulai dari layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur strategis, hingga pembangunan hunian sementara (huntara).

Penjelasan tersebut disampaikan Tito kepada awak media usai Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Saat ini penanganan bencana di Sumatera telah memasuki tahap pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi. Tito mengatakan, langkah prioritas ke depan yaitu mempermanenkan berbagai infrastruktur seperti jalan maupun jembatan, baik berstatus nasional maupun daerah termasuk yang belum tersentuh. “Itu harus dikerjakan, entah oleh Pemda (pemerintah daerah) atau diambil alih oleh [pemerintah] pusat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi hingga tahun 2028 sebesar Rp100,1 triliun. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan 33 kementerian/lembaga, terdiri dari 23 kementerian/lembaga utama dan 10 kementerian/lembaga pendukung.

Ia mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat pengajuan maupun proses pencairan sehingga anggaran dapat segera dimanfaatkan. Begitu pula bagi kementerian maupun lembaga yang telah menerima anggaran tersebut agar segera merealisasikannya. “Kalau sudah ditransfer, maka kita akan speed-nya akan kencang sekali,” jelasnya.

Di lain sisi, sambil menunggu kementerian dan lembaga terkait bergerak, Tito mengimbau Pemda agar memanfaatkan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk menangani kebutuhan mendesak di daerah masing-masing. Ia menyebutkan, pemerintah pusat telah mengirimkan tambahan TKD Rp10,6 triliun kepada seluruh Pemda di tiga provinsi terdampak bencana.

Selain itu, ia mengapresiasi sejumlah Pemda yang menerima tambahan TKD tapi memberikan hibah kepada daerah terdampak yang masih membutuhkan dukungan. Pasalnya, tambahan tersebut diterima oleh seluruh daerah baik terdampak bencana langsung maupun tidak. “Jadi sekali lagi dengan sekarang ini dengan anggaran TKD yang ada, daerah-daerah saya dorong untuk bisa bergerak menggunakan TKD masing-masing,” jelasnya.

Tito juga berharap semua pihak dapat mendukung upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. “Kita harapkan dukungan dari semua pihak, termasuk Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, tokoh-tokoh masyarakat di tiga daerah untuk kita bergerak bergotong royong,” jelasnya.

Sebagai informasi, rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) PMK Pratikno. Forum ini juga dihadiri oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta pejabat terkait lainnya.(lsi)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda
TP PKK Jadi Penggerak Kebersihan Lingkungan dan Penanganan Persoalan Sampah
Wamendagri Wiyagus: Kendalikan TB untuk Lindungi Produktivitas dan Ekonomi Keluarga
Kemendagri Tekankan Penguatan Kepemimpinan dan Pelayanan dalam Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Kemendagri Tekankan Peran Pemda dalam Mengoptimalkan Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Kemendagri Dorong Optimalisasi Sumber Pembiayaan TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda
Wamendagri Wiyagus Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Penanganan TB di Banjar
Perkuat Pembangunan Daerah, Program Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu Didorong Terintegrasi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda

Selasa, 22 September 2026 - 18:09 WIB

TP PKK Jadi Penggerak Kebersihan Lingkungan dan Penanganan Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 15:36 WIB

Wamendagri Wiyagus: Kendalikan TB untuk Lindungi Produktivitas dan Ekonomi Keluarga

Selasa, 22 September 2026 - 12:59 WIB

Kemendagri Tekankan Penguatan Kepemimpinan dan Pelayanan dalam Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Selasa, 22 September 2026 - 12:52 WIB

Kemendagri Tekankan Peran Pemda dalam Mengoptimalkan Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Berita Terbaru