Polemik dengan Pedagang, Sikap Anggota Dewan Disorot soal Harga Diri

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, ‎Gunungkidul – Kasus dugaan arogansi anggota dewan di Playen, Gunungkidul, menyedot perhatian setelah persoalan kembalian receh berujung keributan dan sorotan luas publik.
‎
‎Peristiwa itu terjadi Kamis (23/8/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, di warung Bakmi Mbak Tri Gading VI, Playen, Gunungkidul, DIY.
‎
‎Menurut keterangan pihak warung, uang kembalian Rp8.000 diberikan menggunakan pecahan logam karena persediaan uang seribuan sedang habis di laci warung tersebut.
‎
‎Pelayan bernama Yuli mengaku telah meminta maaf sebelum menyerahkan dua keping uang logam bernilai Rp500 tersebut kepada pelanggan yang bersangkutan malam itu.
‎
‎Namun, menurut pihak warung, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul bernama
‎Drs. H. Sugito MS.i diduga bereaksi keras dan melemparkan uang ke meja saat kejadian tersebut berlangsung.
‎
‎Yuli menyebut nada suara kemudian meninggi, sementara dirinya tetap berusaha menjelaskan kondisi uang kembalian kepada pelanggan tersebut secara baik dan sopan.
‎
‎Situasi semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan ucapan, ‘Kamu tahu siapa saya?’, yang disebut terdengar saat kejadian berlangsung di warung tersebut.
‎
‎Pihak keluarga warung menilai persoalan tersebut bukan semata soal uang receh, melainkan menyangkut penghormatan terhadap pedagang kecil yang sedang melayani pelanggan.
‎
‎Yuli menegaskan, ‘Kami wong cilik bukan untuk diinjak-injak,’ sekaligus berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pejabat publik lainnya.
‎
‎Menurut keluarga warung, perlakuan tidak menyenangkan serupa disebut bukan pertama kali terjadi ketika anggota dewan tersebut berkunjung ke tempat itu sebelumnya.
‎
‎*Keluarga Anggota Dewan Minta Takedown*
‎
‎Kasus itu kemudian ramai setelah Erwin Widodo mengunggah informasi kejadian melalui media sosial dan mendapat perhatian publik cukup luas hingga viral.
‎
‎Setelah unggahan viral, keluarga anggota dewan disebut mendatangi pihak pengunggah untuk menyampaikan permintaan maaf dan membicarakan penyelesaian secara kekeluargaan bersama pihak terkait.
‎
‎Pengunggah menyatakan permintaan penghapusan unggahan sempat disampaikan, tetapi keluarga pedagang meminta anggota dewan bersangkutan datang langsung meminta maaf kepada mereka sendiri.
‎
‎’Kalau mau di-takedown, harus yang bersangkutan sendiri yang datang dan minta maaf,’ demikian sikap pihak keluarga pedagang sejak awal perkara tersebut.
‎
‎Mereka menegaskan tidak menginginkan kompensasi maupun uang, karena tujuan utama menyampaikan kejadian tersebut adalah menjaga martabat pedagang kecil setempat secara terhormat.
‎
‎Perkembangan berikutnya membawa perkara menuju penyelesaian kekeluargaan setelah anggota dewan bersama keluarga akhirnya datang langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pedagang tersebut.
‎
‎Erwin Widodo kemudian mengabarkan rekonsiliasi telah tercapai, tanpa intimidasi maupun pemaksaan, dan keluarga pedagang menerima permintaan tersebut dengan lapang dada bersama keluarga.
‎
‎Yuli menyampaikan, ‘Kami tidak mengharapkan kompensasi atau uang sepeser pun,’ karena persoalan ini dianggap menyangkut harga diri dan pembelajaran moral bersama.
‎
‎Ia berharap kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pejabat publik harus menjaga sikap, menghormati rakyat, serta memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat.(waw)

Berita Terkait

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor
HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren
Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis
Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT
Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System
Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:24 WIB

HUT ke-270 Yogyakarta Dimeriahkan FestiSale, Tebar Promo di Berbagai Sektor

Rabu, 30 September 2026 - 14:01 WIB

HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diramaikan Karnaval Pelajar di Berbagai Kemantren

Rabu, 30 September 2026 - 13:47 WIB

Rendez-vous Rasa 2026 Guncang Kuliner Indonesia Lewat Kolaborasi Rasa Prancis

Rabu, 30 September 2026 - 13:33 WIB

Lima Personel PMI Bantul Diterjunkan untuk Respons Kemanusiaan Gempa NTT

Rabu, 30 September 2026 - 13:23 WIB

Crystal Grand Ballroom Kini Dilengkapi Videotron 4K dan Digital Sound System

Berita Terbaru