Praktik Rukyat di Parangtritis Jadi Pengalaman Lapangan Peserta Pelatihan Ilmu Falak
JABAROKENEWS.COM, Bantul – Sebanyak 83 peserta mengikuti Pelatihan Hisab, Rukyat, dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) di Aula Balai Nikah KUA Kecamatan Sewon, Ahad (17/5/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi IKADI Cabang Sewon dan KUA Sewon itu diikuti tokoh masyarakat, ormas Islam, takmir masjid hingga remaja masjid dari berbagai wilayah di Sewon.
Pelatihan tidak hanya menyajikan teori ilmu falak, tetapi juga praktik langsung rukyat sebagai penguatan pemahaman peserta.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan karena materi dinilai penting untuk mendukung pelayanan keagamaan di masyarakat.
“Pelatihan ini menjadi bekal penting agar masyarakat memahami hisab, rukyat, dan KHGT secara lebih utuh,” ujar Ketua Panitia, Nawawi, S.E., M.M.
Acara dibuka oleh Hj. Hartini yang memberikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
Ia menilai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat di bidang ilmu falak sangat relevan dengan semangat pelayanan publik di Kabupaten Bantul.
“Seluruh unsur pemerintahan, termasuk penewu dan lurah, harus terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya dalam sambutan.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Sewon, H. Mustafid Amna, menegaskan bahwa pelatihan tersebut sejalan dengan amanah KUA dalam memberikan layanan keagamaan.
Menurutnya, pemahaman ilmu hisab dan rukyat sangat dibutuhkan, terutama dalam pendampingan arah kiblat masjid maupun makam.
“KUA memiliki tanggung jawab pelayanan keagamaan, sehingga kompetensi hisab dan rukyat menjadi sangat penting,” jelasnya.
Pada sesi materi, Ketua PW IKADI DIY memaparkan konsep dasar ilmu hisab kepada peserta. Sedangkan Drs. H. Muntoho menjelaskan pengertian KHGT, termasuk latar belakang dan urgensinya dalam penyatuan kalender Hijriah.
Materi yang disampaikan dinilai membuka wawasan baru peserta mengenai pentingnya akurasi penanggalan Islam dalam kehidupan umat.
Usai sesi teori, seluruh peserta mengikuti praktik rukyat di Pos Observasi Bulan Syekh Bela Belu Parangtritis. Praktik lapangan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi peserta untuk memahami proses pengamatan hilal.
Melalui kegiatan itu, panitia berharap lahir masyarakat yang semakin kompeten memahami ilmu falak demi mendukung pelayanan keagamaan yang lebih baik di Sewon dan sekitarnya. (waw)

