Program Waktunya STARt x GENMATIC Dorong UMKM Melek Teknologi dan Go Digital

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta, 28 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjalin kolaborasi bersama TikTok Shop dan Tokopedia dalam mendorong percepatan transformasi digital pelaku usaha melalui program Waktunya STARt x GENMATIC: Generasi Melek Teknologi. Kegiatan ini dihadiri 1.200 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menegaskan, kolaborasi dengan platform digital seperti TikTok dan Tokopedia sejalan dengan misi pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi kreatif yang inklusif dan merata.

“Misi dari TikTok dan Tokopedia selaras dengan yang selama ini kita perjuangkan. Kita ingin memastikan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, tidak hanya berpusat di kota besar,” ujar Menteri Ekraf di Jakarta, Selasa (28/4).

Teuku Riefky menambahkan, program ini menjadi komitmen pemerintah dalam memperluas akses, meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital dan ekosistem _social commerce_. Pendekatan ini juga mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

“Kita tidak hanya memikirkan kota besar, tetapi bagaimana kreator, afiliator, dan pelaku usaha di berbagai daerah bisa tumbuh bersama melalui orkestrasi yang merata, termasuk di luar Jawa,” tegasnya.

Kerja sama dengan platform digital juga mampu mempercepat proses dari penemuan hingga pembelian produk, sekaligus meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal di pasar digital.

Senior Director Tokopedia (TikTok Shop), Vonny Susamto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini berangkat dari tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha lokal.

“Local Business Empowerment hadir untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan literasi digital, keterbatasan kapasitas bisnis, hingga akses pasar. Kami berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi membangun ekosistem yang berkelanjutan,” ungkap Vonny.

Melalui inisiatif Local Business Empowerment (LBE), TikTok dan Tokopedia mengimplementasikan tiga pilar utama. Pilar pertama, Waktunya STARt, difokuskan pada penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan bagi UMKM dan kreator. Program ini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, hingga Sulawesi Selatan, dengan dukungan 12 pemerintah daerah.

Secara agregat, kolaborasi ini menghasilkan eksposur luas dengan lebih dari 200 publikasi media nasional dan regional, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kemitraan mampu memperluas akses ekonomi digital secara inklusif.

Selain capaian tersebut, secara nasional program pelatihan dalam pilar Waktunya STARt juga telah menjangkau lebih dari 3.500 UMKM dan afiliator, serta sekitar 3.000 pelajar dan mahasiswa. Lebih dari 100 trainer tersertifikasi turut berkontribusi dalam mengedukasi hingga 45.000 penjual dalam ekosistem digital.

Pilar kedua, Beli Lokal, diarahkan untuk memperkuat eksposur dan daya saing produk dalam negeri melalui kurasi dan kampanye berkelanjutan. Hingga saat ini, lebih dari 20.221 toko telah tergabung dalam program ini, dengan peningkatan penjualan mencapai 58%.

Sementara itu, pilar ketiga, Lokal Mendunia, difokuskan pada akselerasi ekspansi brand Indonesia ke pasar global. Lebih dari 50 brand telah masuk dalam pipeline pengembangan internasional, dengan sejumlah brand mulai menembus pasar Asia Tenggara sebagai langkah awal menuju pasar global.

Head of Public Policy & Government Relations TikTok & Tokopedia–TikTok Shop, Hilmi Adrianto, menekankan kekuatan ekosistem digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Dengan lebih dari 160 juta pengguna TikTok di Indonesia serta tingginya volume konten yang diproduksi setiap menit, platform kami menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk mengakselerasi promosi sekaligus transaksi. Integrasi konten dan commerce terbukti mendorong engagement dan keputusan pembelian secara signifikan,” jelas Hilmi.

Pertemuan tersebut juga membahas penguatan inovasi layanan, termasuk pengembangan TikTok Shop sebagai discovery e-commerce dan TikTok Go yang memperluas konektivitas dengan bisnis lokal di sektor jasa dan pariwisata.

Turut mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif dalam audiensi tersebut Deputi Bidang Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himan, Direktur Konten Digital, Yuana Rochma Astuti, dan Tenaga Ahli Bidang Isu Media dan Opini Publik Hasbil Mustaqim Lubis.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Kemkomdigi Minta Seluruh Operator Seluler Wajib Lindungi Hak Pelanggan Terkait Kuota Internet
Mende Rilis “Kamu Tunggu Aku”, Suguhkan Kisah Penuh Kerinduan
Kemnaker Tetapkan Peserta MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II, Magang Dimulai 21 September
Kasus Gabriel, Kasat Reskrim dan 10 Penyidik Polres Tanjung Priok Diadukan ke Propam Polri
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Mirza Dorong Penataan HGU dan Kawasan Hutan di Lampung
SKB Tiga Menteri Tetapkan 26 Hari Libur Resmi Sepanjang 2027
Suahasil Nazara: Keuangan Negara Harus Dorong Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi
KPK Buka Lagi Peluang Periksa Muhammad Suryo, Setelah Lima Bulan Mangkir

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:17 WIB

Kemkomdigi Minta Seluruh Operator Seluler Wajib Lindungi Hak Pelanggan Terkait Kuota Internet

Rabu, 16 September 2026 - 10:27 WIB

Mende Rilis “Kamu Tunggu Aku”, Suguhkan Kisah Penuh Kerinduan

Rabu, 16 September 2026 - 10:21 WIB

Kemnaker Tetapkan Peserta MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II, Magang Dimulai 21 September

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Kasus Gabriel, Kasat Reskrim dan 10 Penyidik Polres Tanjung Priok Diadukan ke Propam Polri

Selasa, 15 September 2026 - 11:58 WIB

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Mirza Dorong Penataan HGU dan Kawasan Hutan di Lampung

Berita Terbaru