Sekjen Kemendagri: SIPD Bantu Bangun Pemerintahan yang Bersih dan “On The Track”

Senin, 27 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKE.COM – Jakarta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mengatakan, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) bisa membantu untuk membangun pemerintahan yang bersih dan sesuai jalur (on the track). Suhajar menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada acara Piloting dan Bimtek SIPD RI Modul Penatausahaan di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Senin (27/11/2023).

“Jadi ini adalah jalan keluar kita untuk membangun pemerintahan yang lebih bersih. Dari mulai perencanaan sampai dengan penyusunan APBD, selain informasi pembangunan juga informasi keuangan daerah, APBD, prosesnya, dan lain-lain. Silakan ditambah informasi-informasi pemerintahan daerah lainnya,” katanya.

Suhajar menjelaskan, sistem di dalam SIPD berjalan secara transparan. Informasinya pun bisa diakses oleh siapa saja, baik oleh pemerintahan maupun masyarakat. Semisal ketika ada pihak dari pemerintah daerah (Pemda) mengubah suatu data tertentu, di dalam sistem akan terlihat siapa yang mengubahnya.

“SIPD ini menolong untuk kawan-kawan bekerja on the track, karena siapa pun yang akan mengubah nanti APDB, yang mau mengubah, ada disebutkan namanya yang mengubah di dalam SIPD itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, Kemendagri bersama-sama dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait telah bekerja sama membangun SIPD agar semakin maju. Salah satunya dengan membuat kesepakatan bersama, mengganti namanya menjadi SIPD RI. Upaya ini dalam rangka mendorong program satu data pemerintahan, sehingga tak hanya milik Kemendagri atau Pemda.

“Setelah SIPD ini akan menjadi aplikasi umum di tanggal 12 Desember, launching-nya sudah tahun lalu. Kita sudah launching sistem daerah ini menjadi Sistem Informasi Pemerintah Daerah atau SIPD RI,” ungkapnya.

Selain itu, jelas Suhajar, SIPD adalah upaya pemerintah untuk mengakomodasikan digitalisasi. Apalagi saat ini masyarakat telah memasuki era revolusi industri gelombang keempat. Dia menyebut, dunia saat ini telah memasuki revolusi digital berbasis internet.

“Maka hari ini kalau digitalisasi pemerintahan ini tidak kita mulai maka nanti suatu saat ada negara-negara yang modern dan ada negara yang purba. Negara modern adalah negara yang sudah digitalisasi, negara purba adalah negara yang masih manual,” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Warnai Industri Musik Tanah Air, The KIM’5 Ungkap Cerita Kesetiaan Lewat Debut Single “KAMU”
Menuju Indonesia Emas 2045, Prof. Edy Tegaskan Kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Adalah Harga Mati
Membanggakan! Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Sukses Sabet Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing di Kancah Global
Akselerasi Kualitas Aparatur, Pemprov Banten Rangkul LAN RI Matangkan Program ASN Corpu!
Kemenkeu Luncurkan Strategi Kemitraan Indonesia–IsDB 2026–2030
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Atur Kesetaraan hingga Keselamatan Kerja
Investor Daily Summit 2026 Angkat Hilirisasi dan AI, Abdul Harris Bobihoe Ikuti Forum

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, Prof. Edy Tegaskan Kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Adalah Harga Mati

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Membanggakan! Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Sukses Sabet Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing di Kancah Global

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Akselerasi Kualitas Aparatur, Pemprov Banten Rangkul LAN RI Matangkan Program ASN Corpu!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Kemenkeu Luncurkan Strategi Kemitraan Indonesia–IsDB 2026–2030

Berita Terbaru