UMY Masuk 15 Besar Universitas Terbaik di Indonesia dan naik 8 peringkat di QS Asia University Rankings 2027

Kamis, 5 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa internasional UMY yang telah menyelesaikan studi di UMY dan mengikuti wisuda di Sportorium UMY

Mahasiswa internasional UMY yang telah menyelesaikan studi di UMY dan mengikuti wisuda di Sportorium UMY

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menembus 15 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam QS Asia University Rankings 2027. UMY naik delapan peringkat secara nasional, dari posisi ke-23 pada edisi 2026 menjadi peringkat ke-15 Indonesia pada tahun ini (Edisi 2027).

Dalam pemeringkatan yang dirilis Quacquarelli Symonds (QS) pada 3 November 2026, yang dirangkai dalam acara QS Higher Ed Summits di Bali, UMY melesat 162 posisi dari peringkat ke-526 menjadi ke-364 Asia.

Wakil Rektor UMY Bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Digital, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., mengatakan capaian tersebut menjadi semakin signifikan karena jajaran perguruan tinggi dengan peringkat tertinggi di Indonesia masih didominasi perguruan tinggi negeri (PTN).

Dari 20 perguruan tinggi dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam QS Asia University Rankings 2027, sebanyak 16 merupakan PTN. Empat lainnya merupakan perguruan tinggi swasta (PTS), salah satunya UMY.

“Kalau kita lihat 20 besar nasional, secara umum masih didominasi perguruan tinggi negeri dan kampus-kampusnya tidak banyak berubah. Namun, UMY berhasil melesat dari posisi 23 menjadi 15. Ini sinkron dengan capaian di Asia, di mana kami naik hingga 162 peringkat,” ungkap Slamet saat diwawancarai pada Kamis (5/11/2026).

UMY Catat Lonjakan Signifikan

QS Asia University Rankings 2027 menjadi edisi terbesar sepanjang penyelenggaraan pemeringkatan tersebut. Tercatat sebanyak 1.722 perguruan tinggi dikawasan Asia. Di tengah persaingan yang semakin ketat, UMY mencatat peningkatan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.

Berdasarkan data QS, UMY menjadi salah satu perguruan tinggi Indonesia dengan lonjakan peringkat paling menonjol pada edisi 2027. UMY naik 162 posisi di tingkat Asia sekaligus delapan peringkat di tingkat nasional. Peningkatan tersebut antara lain didorong oleh penguatan indikator International Research Network (IRN), yang menggambarkan luasnya jejaring kolaborasi riset internasional sebuah perguruan tinggi.

Capaian internasionalisasi UMY juga terlihat pada sejumlah indikator lainnya, termasuk International Faculty, Inbound Exchange Students, dan Outbound Exchange Students. Menurut Slamet, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi internasionalisasi yang dikembangkan UMY mulai memberikan dampak terhadap posisi dan reputasi universitas di tingkat regional.

Peringkat Jadi Modal Perluas Kolaborasi Global

Slamet menilai peningkatan peringkat tidak hanya berkaitan dengan posisi UMY dalam tabel pemeringkatan. Reputasi institusi yang semakin kuat juga dapat membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas. Menurutnya, posisi sebuah perguruan tinggi dalam pemeringkatan internasional menjadi salah satu referensi yang dapat dipertimbangkan oleh calon mitra ketika menjajaki kerja sama akademik maupun penelitian.

Karena itu, peningkatan posisi UMY di tingkat nasional dan Asia diharapkan semakin memperkuat kepercayaan perguruan tinggi dan mitra internasional untuk menjalin kolaborasi. Hal tersebut dinilai penting terutama untuk memperluas kerja sama penelitian, pengajaran, pertukaran akademik, hingga keterlibatan dosen UMY dalam berbagai forum internasional.

Posisi yang semakin baik juga diharapkan memberikan dampak bagi sivitas akademika. Dosen dan mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk membangun dan memperluas jejaring dengan akademisi serta institusi dari berbagai negara.

“Capaian ini akan semakin memperkuat komitmen UMY secara keseluruhan. Tentu kami berharap reputasi UMY di mata para stakeholders juga akan semakin kuat, baik secara nasional maupun internasional,” pungkas Slamet. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Apresiasi Antusiasme Warga, Susanto Usulkan Fun Run Muja Muju Masuk Agenda Rutin Tahunan
Bantu Petani NTT Pascabencana, UMY Kenalkan Pengering Gabah Tenaga Surya dan Vertikultur
Dugaan Korupsi Perbankan Rp6,74 Miliar, Kejati DIY Tetapkan Mantan Pegawai Bank Jadi Tersangka
Manfaatkan Integrasi Sistem Informasi, Hasto Wardoyo Dorong Pemkot Yogyakarta Jadi Percontohan Digitalisasi Nasional
Eksplorasi Spektrum Emosi dan Ketenangan, Herda KARNAMEREKA Garap DEEP OCEAN Dalam Rangkaian ‘Silent Parade’
Mitigasi Bencana Angin Kencang, DLH Sleman Terjunkan Tim Siaga Pantau 20 Ribu Pohon Prioritas
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Guru Besar Hukum UMY Soroti Penyalahgunaan Kekuasaan
Pertanyakan Komitmen APBD, PKB Bantul Soroti Ketidaksesuaian Alokasi Anggaran dan Target Jalan 600 Km

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:06 WIB

Apresiasi Antusiasme Warga, Susanto Usulkan Fun Run Muja Muju Masuk Agenda Rutin Tahunan

Kamis, 5 November 2026 - 20:24 WIB

Dugaan Korupsi Perbankan Rp6,74 Miliar, Kejati DIY Tetapkan Mantan Pegawai Bank Jadi Tersangka

Kamis, 5 November 2026 - 19:05 WIB

Manfaatkan Integrasi Sistem Informasi, Hasto Wardoyo Dorong Pemkot Yogyakarta Jadi Percontohan Digitalisasi Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 15:04 WIB

Eksplorasi Spektrum Emosi dan Ketenangan, Herda KARNAMEREKA Garap DEEP OCEAN Dalam Rangkaian ‘Silent Parade’

Kamis, 5 November 2026 - 14:22 WIB

Mitigasi Bencana Angin Kencang, DLH Sleman Terjunkan Tim Siaga Pantau 20 Ribu Pohon Prioritas

Berita Terbaru