96 Peserta Ikuti Peningkatan Kapasitas GAPOKTAN Tani Makmur Condongcatur
JABAROKENEWS.COM, SLEMAN – Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus memperkuat sektor ketahanan pangan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas GAPOKTAN Tani Makmur Condongcatur di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu 20 Mei 2026.
Sebanyak 96 peserta dari unsur kelompok tani, kelompok ternak, KWT, Forum UMKM, hingga pengurus BUMKal Nyawiji ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dikemas edukatif dan penuh semangat kebersamaan tersebut.
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menegaskan kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sarana transfer ilmu dan pengalaman bagi masyarakat.
“Dalam kegiatan peningkatan kapasitas GAPOKTAN Tani Makmur ini terdapat transfer ilmu dari para narasumber, sekaligus pembelajaran lapangan melalui kunjungan kebun teh Panama dan sentra Umbi Yakon di Wonosobo,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat bertani harus tetap hidup meski Condongcatur berkembang menjadi kawasan urban.
“Condongcatur adalah desa rasa kota. Namun ciri khas desa tetap harus dijaga melalui pertanian, meskipun dilakukan di lahan terbatas,” tegas Reno.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke kawasan wisata Telaga Menjer dan dilanjutkan sesi peningkatan kapasitas di Panama Resto Garung dengan panorama hamparan kebun teh khas dataran tinggi Wonosobo.
Suasana hangat terasa saat para peserta berdiskusi tentang pengembangan pertanian modern, urban farming, hingga penguatan kelompok masyarakat berbasis ketahanan pangan.
Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok yang baru, Purwati Widaningsih, turut memperkenalkan diri di hadapan peserta.
“Sebelumnya saya berkecimpung di bidang kehutanan dan pertanian. Mohon izin nderek bergabung di Kapanewon Depok. Semoga kita dapat terus berkolaborasi dalam pembangunan masyarakat,” ungkapnya.
Purwati juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan seperti Condongcatur.
Menurutnya, gerakan menabung air hujan dan pengelolaan sampah rumah tangga harus terus diperkuat melalui kelompok masyarakat.
“Semua kegiatan dapat dimulai dari rumah tangga dengan kontribusi masyarakat melalui kelompok-kelompok masyarakat termasuk KWT, kelompok tani, dan kelompok ternak,” katanya.
Sementara itu, Isti Fajaroh memberikan apresiasi atas perkembangan urban farming di Condongcatur.
“Condongcatur menjadi salah satu wilayah yang cukup maju dalam pengembangan urban farming. Saat ini telah terbentuk 18 KWT di setiap padukuhan. Ini merupakan capaian luar biasa,” ujarnya.
Tak hanya itu, rombongan juga melakukan kunjungan edukatif ke sentra Umbi Yakon di Dusun Kaliurip, Wonosobo yang dikelola CV Sekar Arum Development.
Pengelola sentra Yakon, Antok, mengungkapkan permintaan pasar terhadap Umbi Yakon terus meningkat.
“Permintaan sangat tinggi, bahkan dari jaringan ritel modern permintaannya belum mampu kami penuhi. Ke depan daun Yakon akan dikembangkan menjadi produk kapsul herbal dan umbinya diolah menjadi sereal,” jelasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum perpisahan penuh haru bagi Isti Fajaroh setelah 14 tahun mengabdi di Kapanewon Depok, ditandai penyerahan kenang-kenangan dari berbagai kelompok masyarakat Condongcatur. (ady)

