Bupati Sleman Tekankan Akhlak Qur’ani di Hadapan 720 Santri Peserta FASI

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman – Sebanyak 720 santri mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Kabupaten Sleman 2026 untuk mengasah prestasi sekaligus memperkuat karakter generasi Qur’ani.
‎
Kegiatan yang diselenggarakan Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman tersebut berlangsung di SMA Negeri 1 Prambanan, Minggu (11/10/2026), dengan peserta dari 17 kapanewon.
‎
Festival ini menjadi wadah bagi santriwan dan santriwati untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini melalui berbagai kegiatan.
‎
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung penyelenggaraan FASI karena berperan penting membentuk karakter anak sekaligus menyiapkan generasi penerus berakhlak mulia.
‎
“Pemerintah Kabupaten Sleman tentu sangat mendukung kegiatan ini. Saya melihat manfaatnya besar, dan pemerintah harus hadir karena kegiatannya positif,” ungkap Harda.
‎
Menurut Harda, semakin banyak kegiatan positif yang melibatkan anak-anak, semakin besar pula kesempatan mereka mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat karakter.
‎
“Semakin sering kegiatan seperti ini dilaksanakan, semakin besar pula manfaatnya bagi anak-anak ke depan. Antusiasme dan semangat anak-anak juga sangat luar biasa,” katanya.
‎
Harda menilai mendidik anak pada era sekarang bukan perkara mudah. Tantangan tersebut membutuhkan perhatian bersama agar generasi muda tumbuh berkarakter kuat dan berakhlak baik.
‎
Ia menekankan pendidikan agama perlu berjalan seiring pembentukan karakter agar anak-anak memiliki landasan moral dalam menghadapi perkembangan zaman dan berbagai tantangan kehidupan.
‎
“Saat ini tidak mudah mendidik anak-anak. Kita membutuhkan regenerasi yang memiliki akhlak baik. Untuk pendidikan anak-anak, saya siap berjuang,” tegas Harda.
‎
Komitmen tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pendidikan dan pembinaan karakter sejak dini demi menyiapkan masa depan Kabupaten Sleman.
‎
Sementara itu, Ketua Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman, Mujiyono, S.Pd., M.Hum., mengatakan FASI XIII mengusung tema Santri Hebat: Hebat Prestasi, Hebat Mengaji, Berakhlakul Karimah.
‎
Tema tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan penerapan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap santri.
‎
Melalui tema tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam perlombaan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keseharian.
‎
Mujiyono menjelaskan, FASI XIII tahun ini diikuti 720 santriwan dan santriwati yang berasal dari 17 kapanewon di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.
‎
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kafilah dan rombongan yang hadir, mencapai sekitar 2.000 orang, sehingga kegiatan berlangsung dengan partisipasi besar.
‎
Menurut Mujiyono, festival ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun semangat belajar secara berkelanjutan.
‎
FASI juga diharapkan mendorong anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an, memahami ajarannya, dan membiasakan perilaku terpuji dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
‎
Persaingan dalam festival bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menghargai perjuangan santri lainnya.
‎
Para peserta yang berhasil meraih kemenangan akan memperoleh kesempatan mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang FASI tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mendatang.
‎
Ajang FASI tingkat DIY tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026, menjadi kesempatan berikutnya bagi santri Sleman untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
‎
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap pembinaan keagamaan melalui kegiatan seperti FASI terus berkembang, sehingga melahirkan generasi muda berprestasi, berkarakter kuat, dan berakhlak mulia.(ady)

Berita Terkait

Wahyu Baskoro Resmi Nakhodai GPM Kulonprogo, Janji Perjuangkan Kepentingan Rakyat
Steward PSIM Diduga Ambil Dagangan Pedagang UMKM, Aksinya Viral di Media Sosial
Wasis Rela Mancing Jauh dari Gunungkidul demi Ikan Lokal di Bendungan Sapon
Uswatun Hasanah Dirikan Musala dan Rumah Yatim, Rawat Tradisi Jawa Lewat Aksi Nyata
Jogja Cultural Wellness Festival Libatkan 67 Komunitas, Angkat Wellness Berbasis Budaya
Lebih dari Sekadar Pameran, KUSTOMFEST 2026 Hasilkan Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan
Banjir Produk China, Bengkel Kustom Kian Sepi Jelang Kustomfest 2026
BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perum Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Wahyu Baskoro Resmi Nakhodai GPM Kulonprogo, Janji Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Steward PSIM Diduga Ambil Dagangan Pedagang UMKM, Aksinya Viral di Media Sosial

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Wasis Rela Mancing Jauh dari Gunungkidul demi Ikan Lokal di Bendungan Sapon

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Bupati Sleman Tekankan Akhlak Qur’ani di Hadapan 720 Santri Peserta FASI

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Jogja Cultural Wellness Festival Libatkan 67 Komunitas, Angkat Wellness Berbasis Budaya

Berita Terbaru