Layangkan Ultimatum Kepada PT TWC, Gabungan Ormas Jateng-DIY Desak Pembatalan Konser Andrea Bocelli

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Magelang– Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memberi tenggat hingga Kamis (15/10/2026) kepada PT Taman Wisata Candi (TWC) untuk memastikan kawasan Candi Borobudur tidak dipakai sebagai lokasi konser Andrea Bocelli.

Tuntutan itu disampaikan dalam aksi penolakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Sawitan, Kabupaten Magelang, Selasa (13/10/2026). Tenggat tersebut muncul setelah Polresta Magelang mencabut rekomendasi izin keramaian tingkat lokal untuk acara itu.

Konser bertajuk Andrea Bocelli 30th Anniversary Romanza World Tour dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026). Massa menolak pertunjukan tersebut karena menilai penyanyi tenor asal Italia itu memiliki rekam jejak mendukung Israel.

Sebelum menyampaikan tuntutan, massa menunaikan salat Zuhur berjamaah, lalu beraudiensi dengan pihak berwenang.

Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Magelang Raya, Sunandar Seno Saputro, mengatakan pihaknya telah berdialog dengan kepolisian. Menurut dia, Polresta Magelang merespons tuntutan massa dengan mencabut rekomendasi izin penyelenggaraan. Seno menyebut langkah itu sebagai kabar baik dan menilai rencana konser sudah “separuh jalan” batal.

Namun, massa menganggap persoalan belum tuntas. Mereka masih menunggu kepastian dari TWC selaku pengelola kawasan wisata Borobudur mengenai penggunaan lokasi.

“Jika (konser) tetap dipaksakan, kami siap melawan dengan segala risiko,” kata Seno.

Seno juga meminta masyarakat mengawal pencabutan rekomendasi hingga ke Markas Besar Polri agar izin keramaian dari tingkat pusat tidak terbit kembali.

Selain itu, Satpol PP bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang disebut telah menertibkan sejumlah baliho dan media promosi konser di berbagai titik.

Aksi ini didukung sejumlah kelompok, antara lain FPI, Front Jihad Islam (FJI) Magelang, Solidaritas Muslim Indonesia (SMI) Magelang Raya, Kandang Jawara, Pesantren Masyarakat Magelang (PMM), Forum Ukhuwah Islamiyah Magelang Raya (FUIMARA), GPK MLO, dan 212 Squad.(waw)

Berita Terkait

Perkuat Aksesibilitas Desa, Kodim 0707/Wonosobo Bangun Jalan Beton Sepanjang 619 Meter di Sitiharjo
Hadapi Dunia Kerja, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Pelatihan Vokasi
Apel Akbar Hari Kesaktian Pancasila, 8.000 ASLINMAS dan ABPEDNAS Bersatu di Jateng
Semarak HUT TNI ke-81, Kodim Wonosobo Gelar Senam Bersama Warga
Sembilan Perusahaan di Kawasan Industri Kendal-Batang Diperiksa Kemnaker
Hadapi Kekeringan, NU Care-LAZISNU Kudus Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih
Pasien Ambulans yang Viral Terhalang Mobil BYD Meninggal Dunia di RSUD Moewardi
Menelusuri Jejak Ki Ageng Wonosobo, Pelopor Wilayah dan Penyebaran Islam

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Layangkan Ultimatum Kepada PT TWC, Gabungan Ormas Jateng-DIY Desak Pembatalan Konser Andrea Bocelli

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Perkuat Aksesibilitas Desa, Kodim 0707/Wonosobo Bangun Jalan Beton Sepanjang 619 Meter di Sitiharjo

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Hadapi Dunia Kerja, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Pelatihan Vokasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Apel Akbar Hari Kesaktian Pancasila, 8.000 ASLINMAS dan ABPEDNAS Bersatu di Jateng

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Semarak HUT TNI ke-81, Kodim Wonosobo Gelar Senam Bersama Warga

Berita Terbaru